NII Jadi Akar Terorisme di Indonesia

0
115

Kapolda Bali Irjen Petrus R Golose mengatakan, cikal bakal kelompok radikal dan terorisme berawal dari Negara Islam Indonesia (NII).

“Metamorfosis dari jaringan teroris Indonesia berawal dari kelompok Darul Islam atau Negara Islam Indonesia,” ujarnya dalam seminar “Cara Terbaik Menangani Terorisme” yang diprakarsai Mahasiswa Program Doktoral STIK/PTIK, Kamis, (22/2), di Jakarta.

Kemudian dalam perkembangannya, lanjut Petrus menjelaskan bahwa Darul Islam lalu terpecah dan berdirilah kelompok Jamaah Islamiyah atau JI pada 1 Januari 1993. Kelompok ini kata dia kemudian berkembang dan berganti sebutan menjadi kelompok Majelis Mujahidin Indonesia pada 5 Agustus 2000.

“Pada September 2008, kelompok Majelis Mujahidin Indonesia atau MMI berkembang dan dikenal dengan sebutan kelompok Jamaah Ansharut Tauhid,” tambahnya.

Lebih lanjut Petrus menjelaskan, kelompok radikal saat ini banyak yang menggunakan internet dalam melancarkan aksinya.

“Propaganda teroris pake internet dengan menggunakan media sosial sebagai media propaganda. Sebelum adanya internet, teroris pake pamflet sama poster untuk melakukan propaganda di media sosial,” katanya.

Dengan berbagai perkembangannya kelompok radikal masuk dengan cara apapun untuk meneror maka masyarakat diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan agar tidak terlibat dalam kelompok terorisme karena hal tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan, ajaran agama dan ideologi bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here