OJK Siapkan Instrumen Baru Percepat Pembiayaan Pasar Modal

Wempi Umboh : OJK Siapkan Instrumen Baru Percepat Pembiayaan Pasar Modal (foto net)
145 Pemirsa

Ketua O?toritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, OJK telah memiliki instrumen kontrak investasi kolektif efek beragunan aset (KIK EBA). Ke depan OJK akan menyiapkan sekuritisasi proyek, sekuritisasi piutang. Selain itu OJK berencana menerbitkan reksadana berbasis proyek infrastruktur.

Hal tersebut sesuai dengan intruksi Presiden Joko Widodo kepada Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk menyiapkan formulasi suatu kebijakan agar korporasi yang menerbitkan surat berharga bisa diakselerasi dan dipermudah.

Wimboh mengatakan terkait kombinasi kredit bank untuk proyek besar, yang akan dikombinasi dengan pembiayaan pasar modal. Selain itu bisa juga digunakan obligasi korporasi atau melalui medium term notes (MTN) dana dari luar negeri. Sementara menurut dia Pemerintah juga bisa mengeluarkan surat utang jangka panjang.

Dalam hal ini, peran perbankan tetap dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur. Hanya saja, pembangunan infrastruktur ini juga membutuhkan peran dari investor asing.

“Semuanya kami eksplorasi, KIK EBA sudah jalan, MTN sudah jalan, corporate bond sudah jalan, tinggal pasarnya perlu diperbesar. Kalau instrumennya banyak kan nanti dalem,” jelasnya di Istana Negara, Selasa (5/9).

?Wimboh menjelaskan, OJK juga berencana membentuk bursa untuk memperdagangkan berbagai macam instrumen swap dan instrumen hedging lainnya. Diharapkan hal tersebut bisa membuat investasi di Indonesia bisa lebih konfiden.

“Kami akan ciptakan media hedging-nya sehingga nanti bisa fully hedge,” kata dia.

Ke depannya OJK juga akan melakukan stimulasi untuk investasi berbasis ekspor sehingga ke depan pendapatan devisa kita akan menjadi banyak sehingga investasi luar negeri yang harus kita kembalikan juga dapat pembiayaan ekspor.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Jokowi ingin adanya harmonisasi yang mengundang dana segar.

Luhut menyebutkan terkait harmonisasi bagaimana supaya projek pemerintah lebih banyak lagi foreign direct invesment-nya untuk datang. Kemudian OJK perlu melaporkan, bagaimana suku bunga ini turun dah bagus sehingga peluang itu bisa dimanfaatkan.

Dilain tempat, Direktur Pengelolaan Investasi OJK, Sujanto mengatakan bahwa dengan terintegrasinya sistem infrastruktur yang ada sesuai dengan Pasal 2 Peraturan OKJ (POJK) Nomor 28 Tahun 2016 yang membuat sistem transaksi menjadi efisien.

Selain itu, penggunaan layanan S-Invest untuk kegiatan transaksi aset dasar tersebut merupakan tahap lanjutan atas kewajiban penggunaan Order Routing S-Invest untuk transaksi produk investasi yang meliputi aktivitas penjualan, pelunasan, pengalihan investasi hingga pembagian manfaat.

Oleh karena itu, OJK berharap seluruh transaksi yang dilakukan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bisa menghubungkan seluruh layanan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu (S-INVEST) dengan sistem infrastruktur yang ada di pasar modal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here