Oposisi Ributkan RI Akan Terbitkan Obligasi Berdenominasi Yuan Saudi Arabia Sudah Duluan

0
51
Oposisi Ributkan RI Akan Terbitkan Obligasi Berdenominasi Yuan Saudi Arabia Sudah Duluan
Oposisi Ributkan RI Akan Terbitkan Obligasi Berdenominasi Yuan Saudi Arabia Sudah Duluan

Rencana pemerintah untuk menerbitkan obligasi berdenominasi mata uang China Yuan ternyata dimanfaatkan pihak oposisi untuk kembali memunculkan isu Anti China.

Padahal obligasi berdenominasi mata uang asing sebenarnya sudah hal biasa bagi negara-negara yang mempunyai kepentingan dagang dan ekonomi pada mata uang negara tujuan.

Seperti Arab Saudi sejak tahun lalu gencar meminjam uang puluhan miliar dollar AS untuk menutup defisit anggaran akibat kemerosotan harga minyak dunia.

Demi meraih pinjaman, Arab Saudi tak hanya mengandalkan penjualan obligasi dalam dollar AS. Kali ini, Arab Saudi berniat pula menerbitkan surat utang dalam denominasi yuan.

Rencana Pemerintah Arab Saudi tersebut diyakini dapat menumbuhkan fleksibilitas finansial dan tentunya menjadi kesuksesan bagi China.

Maklum, pemerintah China sudah sejak lama berkeinginan menjadikan yuan sebagai mata uang global.

Kebijakan Arab Saudi itu diyakini kian mempererat hubungan kedua negara. China sendiri selama ini menjadi pasar terbesar minyak asal Arab Saudi.

Mohammed Al-Tuwaijri, Wakil Menteri Ekonomi dan Perencanaan Arab Saudi menyatakan, penerbitan utang dalam denominasi yuan merupakan langkah diversifikasi.

“Kami sangat bersedia mempertimbangkan mata uang dan produk finansial China lainnya masuk dalam program pendanaan kami.

Industri dan perbankan China pun sangat mendukung kami,” tutur Tuwaijri seperti diberitakan Reuters, Kamis (24/8).

Sementara itu Direktur Strategi dan Portofolio Utang Kemenkeu, Schneider Siahaan, mengatakan rencana tersebut dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam mendiversifikasi instrumen pembiayaan di tengah derasnya aliran modal keluar akibat pengetatan moneter di negara maju.

“Rencana penerbitan surat utang berdenominasi yuan sedang kita buat kajian. Tetapi, kita lihat posisi pasar sekarang belum begitu likuid sehinga belum dipasarkan,” katanya di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (9/10).

Ia mengatakan pemerintah akan bersikap oportunis dalam penerbitan surat utang berdenominasi yuan. Pemerintah akan menarik pinjaman dari pasar yang relatif tenang.

Dengan sikap tersebut nantinya, pemerintah akan langsung merealisasikan rencana penerbitan surat utang berdenominasi yuan kalau hasil kajian menunjukkan pasar keuangan China cukup likuid.

Selain oportunis, agar surat utang laku, pemerintah juga akan berupaya semaksimal mungkin memperbaiki citra Indonesia sebagai lokasi investasi menarik bagi investor di tengah gejolak ekonomi di sejumlah negara berkembang.

Schneider mengatakan saat ini investor global masih mencari-cari lokasi untuk menempatkan investasinya di tempat lain yang lebih menguntungkan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here