PAN Tak Leluasa Menunjukkan Jati Diri Selama 10 Bulan di Menjadi Oposisi

Jadi Oposisi Selama 10 Bulan di Pilpres 2019 PAN Mengaku Sesak Nafas
Jadi Oposisi Selama 10 Bulan di Pilpres 2019 PAN Mengaku Sesak Nafas
203 Pemirsa

Semoga saja PAN tidak seperti Partai Demokrat yang tak bisa menunjukkan jenis kelaminnya. Hal ini semakin jelas pasca penetapan PResiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih beberaapa partai oposisi mulai tampak gelisah dan bingung mennentukan arah politiknya.

Sebut saja yang sudah tampak nyata yakni Demokrat samapai saat ini partai pimpinan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini belum jelas akan menancapkan kakinya dimana. Tal berbeda dengan Demokrat PAN mulai telihat tidak kompak.

Meski demikian Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan sejarah partainya yang selalu berada di pemerintahan baru di Pemilu 2019 ini PAN berperan sebagai kubu oposisi mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden.

Eddy mengaku 10 bulan menjadi oposisi, PAN merasa seperti sesak napas. Meski begitu, Eddy mengklaim menjadi oposisi tak menyurutkan semangat kader PAN untuk berjuang.

“Saya kira itu, baru kita merasakan di luar pemerintah seperti apa. Kalau ditanya pandangan pribadi ketika itu selama 10 bulan, kita berada di luar pemerintahan, ya pendapat pribadi saya, sesak napas. Bukan berarti karena kita sesak napas patah semangat. Tidak bisa menunjukkan jati diri dan identitas partai,” ungkapnya di kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (19/7).

Hinga kini Eddy menyebut PAN belum menentukan arah koalisi usai putusan gugatan sengketa Pilpres oleh Mahkamah Konstitusi. Ia menyebut PAN memiliki 3 opsi yang bakal dipilih di Rakernas, yakni gabung koalisi pemerintah, oposisi atau penyeimbang.

“Apapun yang kita akan putuskan besok dan opsinya saya kira sudah jelas. Berada di oposisi yang tidak bergabung dengan pemerintah, bergabung dengan pemerintah atau kita berada di tengah-tengah konstruktif kritis,” jelas Eddy.

Ada kemungkinan curhat PAN yang mengaku sesak nafas selama 10 bulan menjadi oposisi karena PAN merasa ketika mendukung Prabowo-Sandi partainya tidak merasa diuntungkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here