Parodi ‘Siap Presiden’ Protes Sosial Netizen Kepada Prabowo Permalukan Purnawirawan

1.340 Pemirsa

Pemungutan suara sudah usai dilaksankan pada tanggal 17 April 2019, rakyat Indonesia secara spektakuler menorehkan sejarah baru partisipasi tertinggi dalam sejarah pemilu di Indonesia. Hasil quick count juga sudah diumumkan, seluruh lembaga survei secara tertib mematuhi peraturan baru yang ditetapkan Mahkamah Konstitusi agar pengumuman quick count diumumkan paling cepat 2 jam setelah pemungutan suara dilaksanakan di Waktu Indonesia Bagian Barat.

Seperti diduga sebelumnya sesuai hasil survey yang menjagokan paslon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin memenangkan seluruh hasil quick count dan exit poll lembaga survei yang diakreditasi KPU. Kemenangan di quick count lantas tidak menjadikan petahana jumawa, namun berbeda sikap dengan penantangnya terutama capres Prabowo Subianto.

Merasa moral pendukungnya langsung drop Prabowo kemudian pada hari rabu malam, mengumumkan secara sepihak tanpa didampingi cawapresnya Sandiaga Uno dengan kemenangan hingga 62 persen atas Jokowi-Ma’ruf.

Pengumuman kemenangan tersebut tidak terjadi sekali dua kali, sesuai prinsip Propaganda Ala Rusia yang diadopsinya pengumuman harus berkali-kali disertai adegan sujud syukur segala untuk menepis anggapan Pembina FPI Habib Rizieq Shihab tentang keislamannya.

Berbagai propaganda kemenangan semua dan palsu paslon 02 tersebut terus dilakukan selain menghukum satu persatu para relawan sayap Gerindra yang tidak kompeten mengangkat perolehan suaranya.

Salah satu bentuk ‘pesta kemenangan’ paling disorot oleh masyarakat adalah saat menerima kunjungan Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR) di kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/4). Dalam pertemuan ini Prabowo dianggap bak presiden terpilih.

Para Purnawirawan ini berbaris siaga. Sebelum masuk ke rumah Prabowo, mereka terlebih dahulu memberi hormat seraya menyampaikan beberapa perkataan.

Ada yang menyelamati Prabowo sebagai presiden, ada yang menyatakan siap presiden.

“Siap Presiden.” “Selamat, Pak Presiden.” “Dirgahayu, Komando.”

Sikap dan arogan Prabowo yang seperti menghukum para purnawirawan pendukungnya pun langsung dikecam masyarakat terutama warga dunia maya (netizen). Beramai-ramai mereka membuat parodi berbaris dan menghadap kepada seseorang dan berteriak ‘Siap Presiden’.

Protes sosial netizen ini tentu ditujukan kepada Prabowo yang dengan sikap arogan dan diktatornya selalu menekan dan bahkan tidak segan-segan menghukum bawahannya walau menghinakan mereka sekalipun di depan publik.

Beberapa bentuk parodi dan protes ‘Siap Presiden’ itu antara lain

Berpakaian ala PPIR

Memakai baju adat

Parodi dalam keluarga

Bahkan para supir taksi.

Seperti dilansir tahun 2018 lalu, paslon Prabowo-Sandi mengandalkan kekuatan basis Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) salah satu sayap organisasi Partai Gerindra untuk mengimbangi gerakan Bravo 5 pendukung Jokowi-Ma’ruf yang juga berisi para purnawirawan TNI-Polri.

“Ya karena kami kan PPIR adalah satu sayap Partai Gerindra. Maka kehadiran kami adalah untuk memperkuat jajaran Partai Gerindra. Maka kehadiran kami adalah untuk memperkuat jajaran partai Gerindra,” kata Musa di media center Prabowo-Sandi, Jl Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/11).

Musa yang juga Ketua Umum PPIR itu menjelaskan, PPIR beranggotakan para purnawirawan TNI dari 3 matra yaitu darat, laut dan udara. Ditambah polisi di semua tingkatan. Dia mengatakan, secara struktur para purnawirawan ini terus bekerja sampai akar rumput.

Musa tak khawatir jika Jokowi- Ma’ruf Amin punya timses purnawirawan militer bernama Bravo-5 yang digagas Luhut Binsar Panjaitan dan dipimpin mantan Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fachrul Razi. Menurutnya ini konsekuensi demokrasi untuk berkompetisi.

Tak mau kalah, PPIR juga pernah bertugas di daerah, menjadi babinsa. Dengan latar belakang tersebut mereka menguasai wilayah di kecamatan dan desa.

Namun hasil quick count menyatakan lain sehingga PPIR harus dipermalukan oleh Prabowo di depan Publik sendiri dengan berbaris yang diatur oleh ajudan-ajudan pribadi Prabowo lalu kemudian bersalaman dan mengucap ‘Siap Presiden’.

Kezaliman Prabowo kepada pendukungnya ini tidak membuat para ulama yang membuat Ijtihad mendukung Prabowo-Sandi protes. Alih-alih mengutarakan pendapat dan menegur Prabowo mereka justru membuat manuver baru untuk menutupi kegagalan mereka dan membuat lupa Prabowo tentang janji mereka memenangkan Prabowo-Sandi.

Mereka justru memberi nama baru kepada Prabowo dengan nama yang suci dari Baginda Rasulullah SAW, Ahmad. Nama Ahmad sebagai nama kecil Nabi Muhammad SAW tentu sangat berat disandang oleh Prabowo yang jauh dari akhlak dan tuntunan Rasul terakhir tersebut.

“Nanti saya tanya rakyat Indonesia. Nanti disingkat gimana itu,” ujar Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019)

Prabowo pun tidak langsung tersanjung dengan manuver ulama suruhannya itu. Prabowo sudah tahu niat apa dari para ulama dan habaib suruhan tersebut hanya untuk meredam kemarahannya dan kekecewaan hasil Pilpres 2019. Selain itu Prabowo juga tentu berhitung bila terlalu keras kepada para ulama ini akan menurunkan citra keislamannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here