Pelaku Penjualan Blanko E-KTP Online tak Terkait Politik

Pelaku Penjualan Blanko E-KTP Online tak Terkait Politik
Pelaku Penjualan Blanko E-KTP Online tak Terkait Politik
185 Pemirsa

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Zudan Arief Fakrulloh mengungkapkan motif oknum penjual blangko e-KTP online.

Zudan menegaskan, tidak ada motif politik dari insiden tersebut. Sebab, jumlah blangko e-KTP yang dijual secara online itu hanya 10 keping.

Dijelaskan lebih lanjut, KTP yang dibuat dengan blanko palsu otomatis juga menjadi KTP palsu dan KTP Palsu tidak akan bisa dibuat untuk mencoblos.

“Kalau untuk pemenangan Pileg Pilpres nggak ngefek hanya 10 dan membuat KTP-nya menjadi KTP palsu kan, terus nyoblosnya mau dimana? Gitu. Jadi ini tidak ada kaitannya dengan Pilkada kok,” ungkapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Menurutnya, motif pelaku adalah keisengan yang fatal karena membuat gaduh dan penurunan kepercayaan.

“Tapi ini keisengan yang fatal karena bikin gaduh, penurunan trust itu kan ada bisa terus trust-nya padahal enggak. Enggak terjadi jebolnya sistem karena pencurian biasa gitu,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri menemukan praktik penjualan blangko e-KTP yang dilakukan secara online. Penjual blangko e-KTP di pasar online diduga anak pejabat Disdukcapil Provinsi Lampung.

Dirjen Dukcapil mengatakan bahwa Kemendagri telah melaporkan persoalan tersebut ke Mapolda Metro Jaya.

Dengan demikian kekhawatiran TKN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono terkait peristiwa ini tak perlu ditanggapi. Karena dalam kasus ini Kemendagri telah bertindak cepat dan mengungkap dan mengamankan pelakunya.

Sehingga ketakutan akan adanya DPT siluman di pemilu hingga menuding pemerintah tidak becus membereskan persoalan e-KTP sangatlah berlebihan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here