Pembangunan Terbesar dalam Sejarah, Jokowi dapat Gelar Bapak Infrastruktur

Pembangunan Terbesar dalam Sejarah, Jokowi dapat Gelar Bapak Infrastruktur
437 Pemirsa

Masing-masing Presiden memiliki gaya kepemimpinannya tersendiri dan tidak bisa disamakan dalam setiap kebijakan yang diambilnya. Namun semua itu dilakukan untuk memajukan bangsa Indonesia yang lebih bak.

Membangun Indonesia dibutuhkan keterampilan dan bukan sekedar bicara tanpa hasil. Selain itu pembangunan juga membutuhkan kerja sama seleuruh elemen bangsa dan bukan saling tuding maupun menghujat satu sama lainnya terlebih kepada Kepala Negara.

Pada saat era Suharto saja misalnya. Pembangunan di Zamannya sangat terasa bahkan sampai ke desa-desa, termasuk listrik tentunya.

Dengan kedudukannya sebagai presiden selama lebih dari 30 tahun, Suharto menerapkan strategi Pelita (Pembangunan Lima Tahun ) sebelum dirinya kandas. Meski banyak yang tidak setuju, tapi harus diakui pembangunan di era Suharto memang nyata adanya.

Kini pembangunan itu harus diteruskan kembali oleh Presiden Joko Widodo.

Sejak terpilih menjadi orang nomor satu di negeri ini Jokowi berkomitmen membangun infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia hingga ke daera terpencil pedalamam yang hampir tidak tersentuh oleh pembangunan.

Sebelumnya Jokowi pernah mengatakan, jika perekonomian negara ingin naik, maka infrastruktur harus dibenahi. Dan kini hal itu dilakukan oleh Jokowi.

Hal inipun juga dikatakan Jokowi saat melakukan kunjungan ke Korea Selatan. Dimana dalam pidatonya Presiden Jokowi mengajak 450 pengusaha Korea Selatan untuk mempercayakan uang mereka untuk diinvestasikan ke Indonesia. Sebab, saat ini Indonesia sedang menerapkan pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah.

“Pemerintahan kami meluncurkan program pembangunan infrastruktur terbesar, dalam sejarah negara kami. Anda dapat tanyakan para jurnalis di Indonesia, tanyakan pada duta besar. Saya percaya mereka semua akan terkejut melihat pembangunan di Indonesia,” kata Jokowi, di Seoul, Korea Selatan, Senin (16/5/16) lalu.

Super ngebut di segala bidang, sesuai moto Jokowi yaitu kerja “kerja kerja Kerja” adalah hal yang paling masuk akal dalam menyelesaikan segala permasalahan dengan cepat di negara, terutama pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur tidak hanya di pulau Jawa, dan merata di semua daerah dalam satu Negara. Di Sumetera juga dibangun infrastruktur.

Tidak hanya Jawa dan Sumatera, Papua juga kebagian. Kalimantan, Sulawesi, Nusa tenggara Timur juga kebagian. Pulau terkecil, terluar yang biasanya kurang diperhatikan, sekarang dipastikan dibangun infrastruktur.

Infrastruktur yang dibangun sangat vital dan strategis menunjang pertumbuhan ekonomi. Ketersediaan infrastruktur menjadi solusi atas masalah-masalah yang berkaitan dengan kemiskinan dan kesenjangan yang selama ini membelenggu sebagian penduduk Indonesia.

Pembangunan infrastuktur didorong merata ke dalam kawasan perbatasan, kawasan pulau terluar, kawasan tertinggal dan kawasan pedesaan. Infrastruktur yang sangat penting dan vital seperti jalan, jembatan, bandara udara, irigasi, penyediaan air bersih.

Jokowi menuturkan pemerintah akan terus melaksanakan pembangunan infrastruktur hingga 2019 mendatang. Hal ini dilakukan sebagai persiapan menuju industrialisasi.

Beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang sedang dikerjakan saat ini adalah pembangkit listrik 35 ribu MW, 163 pelabuhan baru, 621 mil jalan tol baru, 2024 mil rel kereta, sistem irigasi untuk 1 juta hektar lahan, dan 49 bendungan untuk mendukung sistem irigasi.

Masifnya pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh Indonesia diakui sejumlah kordinator bidang Rembuk Nasional 2017. Karena itu, Presiden Jokowi pun mendapat gelar “Bapak Infrastruktur”.

Gelar Bapak Infrastruktur kepada Jokowi itu diungkapkan salah satu ketua bidang dari 12 bidang dalam rekomendasinya pada acara Rembuk Nasional 2017 di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/10/17).

Masih ada banyak pembangunan lagi yang akan dikebut agar segera bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh rakyat dan Negara.

Begitu infrastruktur tersedia dan lengkap, pastilah mudah menarik investasi. Seperti perusahaan besar-besar dari negara maju tertarik menanam investasi atau membangun pabrik di Indonesia.

Dan akhirnya Indonesia diuntungkan dan modal yang tadi dikeluarkan untuk biaya pembangunan infrastruktur bisa kembali dalam waktu 10-25 tahun. Dari pabrik-pabrik tadi, terciptalah lapangan kerja bagi rakyat Indonesia dan memberi pendapatan pajak kepada negara .

Uang negara boleh habis dipakai untuk membangun infrastukur, sekalipun harus dengan hutang. Yang terpenting hutang itu dipergunakan untuk hal produktif. Maka kita sebagai rakyat harus bangga punya Presiden Jokowi dan memberi penghargaan kepada Presiden Jokowi dengan predikat “Bapak Infrastruktur”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here