Pembelaan Membabi Buta Anies dengan Sentimen

433 Pemirsa

Jakarta – Getah Getih tamat alias sudah almarhum, pembelaan Anies membabi buta seperti orang yang kalap. Luar biasa pembelaan kata-kata dari si Anies Baswedan yang nyentil sini dan sleding sana. Dia bereaksi gegara keriuhan di media sosial usai instalasi bambu Getah Getih kebanggannya dirontokkan karena sudah makin keriput dan usang seperti penggagasnya.

Kalau mau ditafsir, seni bambu yang melilit dan membelit itu sebenarnya ciri dan cermin pemimpin DKI saat ini. Suka berpikir rumit dan berbelit serta tak pernah konkrit. Hasilnya bikin perus sembelit melilit. Makanya model karya makhluk ajaib yang suka berkelit ini akhirnya menemui ajalnya di bulan Juli yang membuat si Anies makin julid.

Instalasi bambu yang tak seksi dan genit itu tadinya terpasang di Bundaran HI tapi kondisinya makin rapuh, maka seni instalasi temporer itu pun dikebumikan tanpa menunggu kehadiran Gubernur. Karya yang hanya menjadi cemoohan netizen itu jelas tak berkelas karena langsung kebanting dengan Simpang Susun Semanggi. Tak apple to apple sih sebenarnya tapi ini bicara perbandingan kualitas yang netizen sudah pahami.

Netizen menyoroti instalasi bambu unfaedah tersebut karena hanya membuang-buang anggaran. Ini pola yang mirip dengan Waring Kali Item, berbiaya Rp 580 juta tapi akhirnya dibongkar habis tak bersisa.

Setelah kritik hebat berdatangan kepada Anies seperti biasa di berkelit dengan jurus lidahnya yang penuh dengan berbagai alasan. Anies Baswedan akhirnya menjelaskan alasannya memilih bambu sebagai bahan dasar pembuatan Getah Getih yang menelan dana mencapai Rp 550 juta.

Seperti biasa dia memakai senjata keberpihakan ke rakyat kecil. Dia berdalih bahwa dengan menggunakan bambu, maka anggaran proyek ini dapat dinikmati oleh para rakyat kecil yakni petani bambu.

Lain halnya jika Getah Getih dibuat dari besi, tentu bahan bakunya menurut sih Maha Gak Benar, harus diimpor dari luar negeri seperti dari Tiongkok. Koplak dah logikanya yang acak kadut dan asal ngoceh itu.

“Uang itu diterima oleh rakyat kecil.” “Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya.” “Tapi, kalau ini justru diterima petani bambu, pengrajin bambu,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Anies meyakini Indonesia tak pernah mendatangkan bahan baku bambu dari luar negeri. Mau menekankan produk lokal dan keberpihakan ke rakyat kecil tapi pola pikirnya sangat picik dan malah mengecilkan produk dalam negeri yang disindirnya itu

“Kalau besi belum tentu produksi dalam negeri, tapi kalau bambu hampir saya pastikan tidak ada bambu impor. Bambunya produksi Jawa Barat dikerjakannya oleh petani oleh pengrajin lokal. Jadi angka yang kemarin kita keluarkan diterimanya oleh rakyat kebanyakan,” ungkap Anies.

Dasart Gabener mainnya sih ke Amrik dan Kolombia maka lupa dan jadi amnesia. Pikirannya pikun karena dia sendiri lupa kalau banyak pabrik besi dan baja lokal di Indonesia. Lihat saja perusahaan-perusahaan itu, macam Krakatau Steel, Gunawan Dianjaya Steel (GDS), PT Saranacentral Bajatama.

Bukan cuma perusahaan besar, ada pula perusahaan menengah dan kecil di bidang pembuatan pipa besi. Salah satunya adalah PT Aneka Adhilogam Karya yang dimotori Hanif Wahyudi. Hanif memulai usaha pembuatan pipa besi ini dari industri rumahan.

So, Anies malah meremehkan produk besi dalam negeri seolah Indonesia tak bisa menghasilkan produk besi dan baja bermutu. Dikira ini zaman kolonial alias penjajahan pula sehingga Indonesia dianggap masih kuno gitu? Ngapain harus mengimpor besi dari Tiongkok?

Malah Anies menunjukkan dirinya lebih koplak lagi karena dia sendiri sudah menyetujui untuk mengimpor bus listrik dari Tiongkok. Aneh dan absurd bukan, membandingkan bahwa kalau mengimpor nantinya tak akan dinikmati rakyat kecil. Lah, yang bus impor malah yang menikmati siapa coba?

Inkonsisten, kalau begitu buat aja bus dari bambu atau bikin transportasi dari bambu kalau masih sebut, ngapain harus impor? Lihat saja mulut Anies itu yang penuh dengan anyaman dan tenunan yang berbelit melilit.

Makin membela diri maka makin ketahuan, mulut yang penuh getah getih ini terus pamer menambah keriuhan semata tanpa hasil kerja yang bermutu dan bertahan lama. Masih menyentil besi tapi bus listrik dari Tiongkok bisa jadi sedang otewe ke Jakarta. Nikmati besi dan barang impor oleh Anies. Dicap halal pasti olehnya dan pengikutnya padahal main nyindir duluan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here