Pemerintah Beri Bantuan Pangan Non Tunai 2018 kepada 10 Juta Keluarga

Mensos Khofifaf Indarparawansa dan Menteri BUMN Rini Suwandi melaunching Pemberian Bantuan Pangan Non Tunai 2018 Kepada 10 Juta Keluarga
185 Pemirsa

Pemerintah akan memberikan bantuan pangan non tunai (BPNT) kepada 10 juta keluarga pada tahun 2018 mendatang. Program BPNT ini akan disinergikan melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).

Sinergi tersebut tertuang dalam nota kesepemahaman (MoU) yang ditandatangani langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo dan Sekertaris Jenderal (Sekjen) Kementan Hari Priyono.

Adapun mekanisme pemberian bansos tersebut di mana penerima manfaat nantinya bisa mencairkan bantuan tersebut dalam bentuk beras dan telur melalui agen Himbara dan e-Warong yang dioperasikan oleh koperasi di bawah Kemensos.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap meinimalisir penyimpangan dalam penyalurannya, mengurangi perilaku konsumtif, membangun kebiasaan menabung, dan meningkatkan pemahaman penerima bantuan untuk merencanakan keuangan dengan baik.

Menteri BUMN Rini Soemarno berharap BPNT bisa meningkatkan kemampuan masyarakat. Karena menurutnya masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan pangan saja.

“Bansos diharapkan bisa meningkatkan kemampuan masyarakat kita yang membutuhkan bansos untuk apa yang sebetulnya mereka butuhkan dan bisa menyisihkan uang tidak dimanfaatkan untuk beli beras saja,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan nantinya target penyaluran BPNT kepada 10 juta keluarga dilakukan bertahap hingga 2018. Sedangkan sisanya 5,6 juta keluarga diharapkan bisa tercapai juga di 2018 dan jika tidak maka dilanjutkan di 2019.

Di Januari 2018 saja diperkirakan ada 4 juta keluarga yang sudah bisa menerima BPNT, sementara di Februari mencapai 7 juta keluarga, dan pada Agustus 2018 ditargetkan mencapai 10 juta keluarga sudah bisa menerima BPNT.

“Januari 2018 mungkin akhir Januari informasi sampai kepada dari SP2D rekening masuk 25 Januari kemungkinan mulai 25 Januari kemudian masuk Februari 2018. Koordinasi sementara Himbara Januari 4 juta, Februari 7 juta , Agustus sampai 10 juta. Dalam perencanaannya seperti itu,” jelasnya.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, masing-masing keluarga penerima BPNT akan mendapatkan uang Rp 110.000 yang ditransfer ke masing-masing rekening. Uang tersebut kemudian dapat dibelanjakan beras dan telur dengan komposisi yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga.

“Rp 110.000 per keluarga per bulan,” jelas dia.

Sementara itu, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sanjoyo mengatakan dengan adanya MoU ini maka aktivitas ekonomi didesa bisa kembali bergerak. Bahkan ada sekitar 22.000 Bundes bisa diaktifkan lagi.

“Mudah-mudahan dengan adanya program ini beberapa kabupaten 43 kabupaten bisa berkembang. Jagung udang tebu padi bisa dorong produknya ternak ayam ternak sapi bisa di ikan dengan program ini,” ujar Eko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here