Pemerintah Evaluasi Tarif Tol Trans Jawa

5 Pemirsa

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bahwa pemerintah akan mengevaluasi tarif Tol Trans Jawa. Evaluasi itu dilakukan karena adanya keluhan pengusaha logistik terhadap tarif tol Trans Jawa.

Meskipun demikian, Luhut menjelaskan bahwa penetapan tarif Tol Trans Jawa telah melalui proses panjang dan penghitungan matang dan tidak asal-asalan.

“Nanti kami evaluasi, kan membangun itu mereka (operator jalan tol) hitung juga mengenai pendapatan yang didapat dengan investasi sekian. Itu tidak sembarangan,” kata Luhut, Senin (4/2).

“Saya belum tahu (mahal atau tidak), saya harus lihat angkanya dulu. Tapi jangan terus langsung dilihat ini mahal,” imbuhnya.

Selain itu, Luhut juga mengaku tak khawatir jika masyarakat justru lebih memilih jalur Pantura untuk menghindari perjalanan lewat Tol Trans Jawa.

“Artinya (kebutuhan) dilihat masing-masing. Kalau ingin lebih cepat ya lewat tol,” jelas Luhut.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Aryani, sebelumnya mengatakan, pihaknya sebagai operator tol akan mengkaji kembali tarif Tol Trans Jawa. Ia mengklaim penentuan tarif itu mengacu pada data perjalanan di Tol Trans Jawa.

“Kami akan kaji lebih dalam. Ini pertama kali tersambung (Tol Trans Jawa tersambung), jadi belum ada data,” ucap Desi.

Untuk diketahui, tarif enam ruas baru Tol Trans Jawa resmi diberlakukan Senin (21/1) pukul 00.00 WIB. Besaran tarif terjauh enam ruas tol baru untuk kendaraan golongan I sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tanggal 14 Januari 2019 untuk ruas Ngawi-Kertosono sebesar Rp88 ribu.

Sementara, ruas tol Gempol-Pasuruan besaran tarif mencapai Rp36 ribu, ruas Relokasi Porong – Gempol pada Tol Surabaya-Gempol Seksi Kejapanan – Porong sebesar Rp3.000, – Seksi Porong – Kejapanan Rp 6.000. Untuk ruas Pemalang-Batang Rp39 ribu.

Kemudian, tarif Tol Batang-Semarang dipatok sebesar RP75 ribu dan Semarang-Solo Rp65 ribu. Tarif yang diberlakukan sudah sesuai ketentuan rasionalisasi tarif yaitu pertama, untuk ruas yang baru operasi tarif tol awal golongan I maksimal Rp1.000/km. Kedua, besaran tarif kendaraan golongan II dan III adalah 1,5 kali dari golongan I dan untuk golongan IV dan V adalah 2 kali dari golongan I.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here