Pemerintah Jokowi Mampu Menekan Inflasi Dibawah 4 Persen

68 Pemirsa

Bidikdata – Tak terasa di usianya yang ke-72 tahun, Indonesia mulai mampu mengendalikan kestabilan inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di kisaran lima persen.

Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, nilai inflasi dapat ditekan hingga terbilang cukup rendah. Dalam tiga tahun masa jabatannya, Presiden Jokowi berhasil mencatat inflasi di bawah 4%, yaitu 3,5% plus minus 1%.

“Kita harus memastikan pertumbuhan ekonomi yang rata-rata lima persen per tahun pada periode 2014-2016, bukan hanya dinikmati oleh segelintir orang tapi bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Jokowi.

Salah satu cara Presiden Jokowi untuk menekan nilai inflasi salah satunya adalah dengan menekan harga pangan secara bertahap melalui pembangunan jaringan-jaringan, sarana-sarana dan prosedur-prosedur untuk menyebarluaskan informasi di berbagai daerah.

Terjaganya inflasi dan pertumbuhan ekonomi pun diklaim membuat angka kemiskinan dan ketimpangan ekonomi menurun.

Presiden Jokowi mengatakan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang stabil akan menjaga penghasilan dan menopang pengeluaran masyarakat, yang selanjutnya berimbas pada penanggulangan kemiskinan, ketimpangan, dan pengangguran.

Hasilnya, kata  Jokowi, tingkat kemiskinan di Indonesia tercatat turun, dari Maret 2015 sebanyak 28,59 juta orang menjadi 27,77 juta orang pada Maret tahun 2017.

“Begitu juga Indeks Rasio Gini Indonesia, yang mengukur tingkat kesenjangan ekonomi, terus membaik dan mencapai 0,393 di bulan Maret 2017, turun dibandingkan dengan angka bulan September 2014 yaitu 0,414,” ujar Jokowi.

Jokowi pun menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga berhasil terjaga pada kisaran 5,01 persen pada enam bulan pertama tahun 2017.

Cerminan pertumbuhan ekonomi tersebut, membuat pemerintah meyakini bisa mencapai angka 5,2 persen di akhir tahun sesuai dengan yang telah dirumuskan dalam APBNP 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here