Pemilu Berjalan Lancar, Ust Namrudin DF jangan Lakukan Pembodohan Politik

523 Pemirsa

Pemilu 2019 sejatinya telah berakhir dan berjalan dengan aman dan lancar. Karena itu masyarkat Indonesia harus bangga sebab keberhasilan Pemilu 2019 tak lepas dari peran masyarakat dan aparat keamanan baik TNI maupun Polri.

Pernyataan Ust Namrudin DF bahwa Pemilu adalah pembodohan politik, justru merupakan bentuk pembodohan publik.

Menko Polhukam, Wiranto menyatakan bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 mendapat apresiasi dari 33 negara karena berlangsung aman, lancar dan damai meskipun menjadi yang terumit di dunia. Bahkan, Pemilu Serentak 2019 telah dilaksanakan dengan sangat terbuka untuk diawasi oleh semua pihak termasuk para observer dari mancanegara.

“Terbukti dapat terlaksana dengan aman, lancar, dan damai sehingga mendapatkan apresiasi dari 33 negara,” kata Wiranto.

Wiranto menuturkan, seharusnya semua pihak memberikan penghargaan dan apresiasi kepada KPU, Bawaslu hingga petugas keamanan karena telah melakukan pekerjaan besar ini dengan aman, lancar, dan damai.

Oleh sebab itu, sambung Wiranto, sangatlah tidak tepat atau tidak pada tempatnya kalau ada pihak yang melakukan fitnah, cacian, dan membuat tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar.

“Untuk melanjutkan keterbukaan dan kenetralannya, KPU telah melakukan penghitungan secara transparan yang perkembangan hasilnya dapat diakses oleh siapapun setiap saat,” pungkasnya

Sementara itu, narasi bahwa 85% ekonomi Indonesia dikuasai Aseng dan Asing adalah hoaks, karena menurut Ekonom UI Faisal Basri, data justru menunjukkan ekonomi Indonesia jauh dari dikuasai asing. Investasi langsung asing hanya sekitar 5% dari keseluruhan investasi fisik di Indonesia.

“Perekonomian Indonesia tidak saja tidak dikuasai asing, melainkan justru sebaliknya, peranan asing relatif kecil dalam pembentukan kue nasional (produk domestik bruto),” kata Faisal.

Angka tersebut lebih kecil dibandingkan Malaysia, Filipina dan negara-negara lainnya di Asia, sebab Indonesia tidak pernah mengandalkan modal langsung asing untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Arus investasi langsung asing (foreign direct investment) yang masuk ke Indonesia rerata setahun hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan investasi fisik atau pembentukan modal tetap bruto.

“Angka tersebut sangat kecil apabila kita sandingkan dengan negara-negara tetangga dekat seperti Malaysia dan Filipina, yang peranan modal asingnya berkali lipat jauh lebih besar dari kita,” ujar Faisal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here