Pencatutan Nama Prof Karim Jogja untuk Provokasi, situs Dakwahpost Dipertanyakan

0
773
Pencatutan Nama Prof Karim Jogja untuk Provokasi, situs Dakwahpost Dipertanyakan

Banyak para ghost writer serta penulis bayaran yang terang benderang melakukan penyebaran tulisan tidak berguna bahkan cenderung memecah belah dan provokatif di jaman sosial media ini, bahkan tak segan mencatut nama tokoh untuk tulisannya tersebut.

Situs dakwahpost menyebarkan artikel berjudul “ISLAM AKAN PAMIT DARI INDONESIA PREDIKSI… Prof.Karim Jogja” yang sangat provokatif dan mengada-ada bahkan ada kesan mencatut nama Profesor. Hal ini berpotensi menimbulkan konflik antara masyarakat serta memecah belah bangsa.

Indonesia merupakan negara yang sangat beragam. Seluruh elemen bangsa harus menjaga hal tersebut agar tidak terjadi perpecahan bangsa. Kaum minoritas atau kaum mayoritas bukan musuh dan ancaman bagi sesamanya, justru pihak-pihak yang ingin memecah belah kesatuan bangsa dengan mengangkat isu primordial lah yang perlu diwaspadai karena tidak sesuai dengan ideologi berbangsa dan bernegara.

Saat pemerintah menjamin hak untuk menganut agama dan kepercayaan. Oleh sebab itu masyarakat tinggal menjaganya sesuai dengan Pancasila dan bhinneka tunggal ika.Selain pencatutan nama Profesor, artikel tersebut provokatif.

Tulisan yang dipublish dakwahpost dan penulisnya mengaku Prof Karim Jogja berbeda 360 derajat dengan tulisan resmi dari Guru Besar Sejarah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berdarah Bangladesh Prof Dr Abdul Karim. Dakwahpost tidak menyebut apakah keduanya nama yang sama atau berbeda namun dari tulisan sangat berbeda jauh bahkan terbalik antara dakwahpost dan tulisan di nu.or.id.

Dalam dakwahpost disebutkan dengan prediksi yang mengada-ada bahwa Islam akan hilang dari Indonesia ini oleh orang yang mengaku Prof Karim Jogja, namun Prof Dr Abdul Karim justru sebaliknya, seperti dikutip situs nu.or.id, Dalam konteks perdamaian dunia, bisa dikatakan Islam di Indonesia yang memimpin. Karena Islam di Indonesia tidak memiliki musuh. Indonesia bisa bekerja sama dengan semua negara. Bahkan, Indonesia bisa menjadi juru damai antara negara yang berseteru.

Islam Indonesia atau Islam Nusantara justru paling dominan dalam hal perdamaian, namun Prof Karim Jogja yang disebut dakwahpost menyebut kalau kalangan Islam sedang dibuat adu domba kalangan sendiri dan akan hilang peradabanya dari bumi Indonesia ini jelas mengada-ada.

Seperti Prof Abdul Karim dari IAN Sunan Kalijaga menyebut Islam Indonesia jauh dari kekerasan, Kekerasan dalam Islam itu tidak didukung sama sekali. Apalagi Islam di Indonesia tidak mengenal itu secara historis. Indonesia adalah satu negara yang dinilai dunia internasional sangat damai. Islam tidak mengajarkan kekerasan. Tetapi mereka yang melakukan kekerasan mungkin memahami al-Qur’an secara literlek (tekstual, red).

Jadi tulisan yang ada di situs dakwahpost bisa disebut atau dilabeli stempel artikel provokatif karena isinya prediksi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, tidak melihat kondisi geografis kalau membandingkan sejarah Andalusia Spanyol dengan Indonesia. Seperti dikatakan Menhankam Ryamizard Ryacudu musuh kita bukan Cina atau Amerika melainkan Terorisme. Jadi bijaklah dalam menulis sesuai fakta bukan prediksi yang menakut-nakuti hanya berdasarkan asumsi belaka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here