Pendukung Prabowo Ditolak Masuk Kabinet Jokowi

48 Pemirsa

Partai koalisi Jokowi-Ma’ruf sejak awal telah bekerja keras menyukseskan kemenangan di Pilpres 2019. Sejatinya koalisi Indonesia Hebat berhak masuk dalam susunan kabinet kerja jilid dua.

Susunan kabinet Jokowi tengah ramai jadi incaran dan perbincangan elit politik tak terkecuali oposisi yakni partai pendukung Prabowo Subianto.

Namun demikian keberadaan oposisi seperti PAN, Demokrat, PKS dan Gerindra nampaknya bakal turut serta agar mendapat posisi kursi Menteri.

Akan tetapi oposisi sedikit mendapat ganjalan tepatnya tereleminasi secara langsung karena perannya yang kerap berseberangan dengan pemerintah dikhawatirkan bakal menjadi batu sandungan kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf kedepan.

Selain itu oposisi juga bakal berhadapan dengan KIH yang sudah all out mendukung 01.

Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate secara tegas menolak kabinet Jokowi diisi partai koalisi pengusung capres 02 Prabowo-Sandi.

“Sedangkan koalisi sebelah sebagai pihak belum berhasil memenangkan Pilpres bisa mengambil peran konstruktif lain dalam rangka membangun negara tanpa menjadi bagian anggota kabinet,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).

NasDem lanjut Plate menekankan banyak memiliki kader-kader yang professional dari muda hingga senior di politik.

Johnny mengklaim, NasDem memiliki sejumlah kader yang masuk kriteria calon menteri Jokowi di periode kedua. Namun, dia mengaku, tidak mengajukan nama-nama tersebut secara langsung.

“Pak Jokowi tahu untuk mengambil mana tokoh yang bagus termasuk tokoh Nasdem. Baik milenial tersedia, yang pengalaman senior tersedia, yang mempunyai kombinasi pengalaman non politik dan politik tersedia pak Jokowi punya pengalaman sangat banyak dari partai Koalisi Indonesia Kerja,” kata dia.

Dengan demikian mutlak sudah bahwa partai pendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 tidak akan mendapat ruang di kabinet kerja jilid dua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here