Pendukung Riziek Shihab Ngaku Prabowo Ditinggalkan tetapi Minta Dijemput

253 Pemirsa

Jakarta – Permintaan Titiek Soeharto dan Lieus Sungkharisna agar Prabowo dan Amien Rais menjemput Rizieq Shihab dengan alasan untuk menciptakan persatuan Indonesia sebagaimana yang diinginkan Presiden Jokowi adalah tidak masuk akal, sebab Rizieq Shihab lah yang selama ini membuat Indonesia terpecah belah dengan permainan politisasi isu agama dengan eksklusifitas dan arogansi FPI yang memaksa pemerintah menuruti permintaannya.

Lebih-lebih Ketua PA 212 menunjukan taringnya mengenai sudah tidak bersama Prabowo lagi, kekalahan Prabowo dalam Pilpres 2019 membuat pendukung berkepentingan memutar otak agar dapat menggalang suara untuk persiapan Pemilu 2024.

Sebagai provokator handal dengan jumlah massa besar, Titiek Soeharto dan Lieus Sungkharisna berupaya memulangkan Rizieq Shihab agar dapat kembali membuat kegaduhan politik. Selain itu, mayoritas pendukung Prabowo dari kelompok radikal dan anti NKRI juga telah kehilangan ruang dengan adanya momentum pertemuan Prabowo dengan Jokowi, sehingga mereka mencari cara agar tetap eksis dengan mendompleng aksi-aksi yang digagas Rizieq.

Permintaan penjemputan Riziek Shihab tersebut disampaikan setelah Prabowo melakukan pertemuan Presiden Joko Widodo.

Koordinator Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi, Lieus Sungkharisma menyebut permintaan itu sudah disampaikannya saat bertemu Amien Rais. Lieus menganggap Rizieq sudah waktunya pulang karena Pemilu sudah selesai.

“Sudah terlalu lama Habib Rizieq tinggal di pengungsian. Kini pemilu sudah usai. Sudah saatnya Habib Rizieq dibawa pulang,” ujar Lieus dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com pada Sabtu (20/7/2019).

Lieus melalui organisasi yang dipimpinnya, mengaku sudah menyampaikan permintaan tersebut langsung kepada Prabowo dan Amien Rais. Ia menganggap Rizieq sebagai aset bangsa yang harus dihormati.

“Jadi, ini adalah aspirasi masyarakat yang disuarakan melalui Rumah Aspirasi. Karena itulah saya sampaikan permintaan itu pada Pak Amien dan Pak Prabowo,” ujar Lieus.

Prabowo dan Amien diminta tak perlu mempertimbangkan apapun untuk segera menjemput. Lieus menganggap dua tokoh itu adalah orang yang paling mumpuni untuk segera menjamput Rizieq.

“Cukup mereka bawa pulang Habib Rizieq ke Indonesia dengan selamat,” tutur Lieus.

Prabowo dan Amien Rais telah memberikan kesempatan dan dukungan kepada Presiden Jokowi untuk bersama-sama membangun Indonesia. Tanpa memulangkan Rizieq Shihab pun Indonesia diyakini akan tetap bersatu dan maju dengan adanya kritik konstruktif dari Prabowo dan pendukungnya. Bahkan tanpa Rizieq, Indonesia terasa lebih aman dan damai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here