Penemuan 2 Hektare Ladang Ganja di Tenggamus, Polisi Buru Pemilik

Penemuan 2 Hektare Ladang Ganja di Tenggamus, Polisi Buru Pemilik
Penemuan 2 Hektare Ladang Ganja di Tenggamus, Polisi Buru Pemilik
130 Pemirsa

Kapolres Tanggamas, melalui Kasubbag Humas Iptu Ruzan Afani menyatakan bahwa pihaknya menemukan lahan ganja siap panen seluas 2 hektare di Tenggamus yang dibagi di tiga titik lokasi.

Penemuan ladang ganja seluas 2 hektar di pegunungan Pedukuhan Tulung Balak, Dusun Kedaung, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Lampung itu berdasarkan penyelidikan informasi masyarakat dengan adanya penjualan daun ganja basah.

“Dua hektare ladang ganja yang terbagi manjadi tiga titik lokasi kita temukan siap panen sebanyak 80 batang pohon setinggi 2 meter, 20 batang kecil setinggi 70 sentimeter, dan 21 batang masih dalam semaian,” kata Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, melalui Kasubbag Humas Iptu Ruzan Afani saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat (9/11).

Dijelaskan, jarak ladang ganja tersebut berada sekitar 10 kilometer dari Kota Agung. Untuk mencapai lokasi tersebut butuh waktu selama tiga jam dengan cara menaiki gunung.

Selain itu, pihaknya juga mendapatkan satu nama pemilik lahan dan menangkap satu orang pelaku yang berperan sebagai pengurus ladang ganja.

“Kami baru menangkap M. Yusuf (59) sebagai pengurus ladang. Ia sempat melarikan diri dan bersembunyi di Depok, Provinsi Jawa Barat, namun kami berhasil menangkapnya di kediaman anaknya. Untuk Awi, pemilik ladang ganja masih dalam pencarian kami,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka menanam ganja tersebut atas perintah Awi. Ia juga mengaku sudah tiga kali memanen ganja tersebut dan mendapatkan upah sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu dari penjualan panen ganja tersebut.

Adapun barang bukti lain yang ikut diamankan dalam pengungakapan tersebut yakni, satu buah handphone yang digunakan tersangka untuk berkomunikasi.

Atas perbuatannya kepolisian menjerat tersangka dengan pasal 111 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Saat ini menurut Kapolres seperti disampaikan Kasubbag Humas Iptu Ruzan Afani, bahwa kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan pengembangan, karena tersangka utama masih dalam pencarian petugas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here