Pengamat Perpajakan Nilai Konyol Seruan Kubu Prabowo Boikot Pajak

Pengamat Perpajakan Nilai Konyol Seruan Kubu Prabowo Boikot Pajak
179 Pemirsa

Baru-baru ini, kubu Prabowo melalui corongnya Waketum Partai Gerinda, Arief Puyuono menyerukan untuk memboikot pemerintah dengan tidak membayar pajak. Seruan itu merupakan sikap dan bentuk penolakan terhadap legitimasi pemilu Pilpres 2019 yang telah digelar dan sedang dalam proses finalisasi penghitungan suara oleh KPU.

Kubu koalisi pendukung paslon 02, Prabowo-Sandi mengklaim telah dirugikan dengan sejumlah kecurangan.

Menanggapi seruan boikot pajak itu, Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo mengatakan bahwa sikap yang disuarakan oleh Waketum Gerindra termasuk tindakan konyol dan berbahaya.

“Tentu saja ajakan ini selain konyol, juga berbahaya,” katanya saat di hubungi di Jakarta (15/5/2019).

Menurutnya, memboikot pajak tidak saja buruk secara moral tetapi juga merugikan kepentingan nasional. Pasalnya memboikot pajak dapat berdampak sebagian besar rakyat Indonesia yang selama ini menikmati layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, subsidi, dana desa, dan lainnya.

Belum lagi belanja infrastruktur, pertahanan, keamanan, birokrasi, dll. Dengan begitu, ajakan memboikot pajak adalah ajakan memperburuk keadaan yang merugikan rakyat Indonesia.

Hal ini tentu sangat kontradiktif dengan ucapan Prabowo yang memperjuangkan kepentingan rakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here