Pengamat Politik: Isu Umat Bakal Menyerang Jokowi di Pilpres 2019

0
307
Jokowi: Jangan Ada Pertikaian Antar Agama karena Pilkada

Isu-isu kebangsaan dan kenegaraan akan bergeser menjadi isu-isu umat dalam pemilu presiden 2019. Hal ini dikatakan Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago dalam memprediksi Pilpres 2019 mendatang.

Pangi mengungkapkan bahwa isu-isu tersebut bakal menyerang Presiden Joko Widodo sebagai calon inkumben.

Menurut Pangi, selama ini Jokowi dianggap sebagai tokoh nasionalis-sekuler, dan hal itu dinilai lawan politiknya memiliki jarak dengan agama dalam kehidupan berbangsa. Walaupun belakangan mantan Wali Kota Solo ini kerap merangkul ulama dan datang ke pengajian.

“Kesan Jokowi yang dianggap jauh dari agama itu belum akan hilang,” katanya, Minggu (24/12/17).

Akan tetapi Pangi menyarankan terkait calon wakil presiden yang akan digandeng Jokowi. Karena kondisi ini menurutnya akan sangat menentukan bagi Jokowi dalam menghadapi situasi politik.

“Kalau Jokowi nasionalis-sekuler, wakilnya harus nasionalis-religius,” ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam survei terbaru lembaga konsultan politik, PolMark Indonesia, yang dirilis pada 18 Desember 2017, memaparkan elektabilitas Jokowi untuk pilpres 2019. Hasilnya Jokowi masih lebih unggul dibanding Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Jokowi memiliki tingkat elektabilitas 41 persen, sedangkan Prabowo 15,9 persen. Sementara responden yang belum menentukan pilihan sebanyak 35,7 persen.

Meski demikian hasil tersebut lanjut Pangi mengatakan belum menempatkan Jokowi pada level aman dalam pilpres 2019. “Jika ingin memenangi pilpres, Jokowi harus bekerja lebih keras dan lebih peka melihat serta memanajemen isu. Selain itu, harus lebih merangkul ulama dan tokoh-tokoh agama,” ungkap Abu.

Isu-isu ini harus dapat diwaspadai oleh masyarakat juga dan harus lebih bersikap bijak dalam menghadapi tahuan politik agar tidak mudah terprovokasi kepentingan politik yang berpotensi memecah belah bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here