Pengamat: Rizieq Shihab Tak Bisa Kendalikan Umat Islam

193 Pemirsa

Rekonsiliasi dikatikan sebagai syarat kepulangan Rizieq Shihab terus menyedot komentar masyarakat, elit politik hingga pengamat.

Mantan Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Simanjuntak sebelumnya menilai kepulangan Rizieq Shihab ke tanah air bisa menjadi bagian dari rekonsiliasi Prabowo Subianto dan Jokowi.

Dhanil bicara seolah-olah pentolan FPI itu memiliki kekuatan yang dapat menggerakan massaumat Islam.

Namun pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Dr. Marianus Kleden mengaku tidak yakin Rizieq memiliki kekuatan yang besar untuk mengendalikan umat Muslim di Indonesia.

“Saya tidak yakin Rizieq punya power besar untuk mengendalikan umat Islam Indonesia, karena mayoritas Islam dipegang oleh NU dan Muhammadiyah,” kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unwira ini kepada Antara di Kupang, Selasa (9/7/2019).

Marianus menyebut kedua ormas Islam ini mempunyai hubungan baik-baik saja dengan Presiden Jokowi. “Jadi apa pentingnya Rizieq? Saya kira cuekin dia saja,” kata Marianus.

Terpisah, Akademisi Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang justru menilai selama ini kubu pasangan calon (paslon) 02 tersandera oleh kepentingan Rizieq.

“Syarat ini menurut saya, kubu paslon 02 sangat lebay menggadaikan kepentingan bangsa pada kepentingan individu seorang habib,” kata Ahmad Atang.

Pengajuan syarat dari pihak 02 justru malah merendahkan pihaknya karena yang diharapkan publik adalah keikhlasan dengan penuh kesadaran antara paslon 01 dan 02 untuk melakukan rekonsiliasi tanpa syarat.

Rekonsiliasi politik dan rekonsiliasi hukum adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Negara hukum tak mengenal istilah rekonsiliasi hukum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here