Peran Perempuan dalam Aksi Terorisme Harus Dicegah

Peran Perempuan dalam Aksi Terorisme Harus Dicegah
Peran Perempuan dalam Aksi Terorisme Harus Dicegah
111 Pemirsa

Akhir-akhir ini kita melihat pergeseran yang cukup menarik di mana perempuan juga memainkan peran langsung di dunia terorisme. Bahkan perempuan tak takut membawa bom sendiri dan meledakkan dirinya sendiri.

Menurut Yenny Wahid, perlu langkah-langkah pencegahan supaya perempuan tidak terpapar radikalisme. Hal itu terkait peran perempuan yang kini ikut aktif di dunia terorisme.

“Ini menarik, fenomena ini dan harus dilihat bahwa perempuan juga punya kemampuan untuk mempunyai daya rusak yang cukup besar,” ujar Yenny setelah menghadiri acara Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju di Hotel Ritz-Carlton SCBD, Jakarta, Minggu (22/12/2019).

Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid ini menuturkan, sebagai langkah pencegahan, Yenny menyarankan perlakuan yang sama bagi laki-laki dan perempuan untuk menghilangkan paham radikal. Pemerintah diharapkan tidak lengah menyikapi fenomena ini.

“Kita harus melakukan laki-laki dan perempuan secara dalam hal ini, artinya dua-duanya bisa berpotensi jadi orang yang intoleran dan radikal. Jadi jangan lengah, jangan cuma dilihat laki-lakinya saja,” ujarnya.

Sebagai contoh, Yenny menjelaskan peristiwa bom Surabaya tahun lalu. Saat itu, salah satu terduga teroris perempuan meledakkan diri dan turut mengorbankan anaknya.

“Seharusnya sebagai seorang ibu adalah melindungi anak. Bukan malah memasangkan bom di tubuh anaknya dan meledakkan anak seperti yang kita lihat di bom Surabaya. Artinya, perempuan itu ada di posisi waspada melakukan tindakan radikal,” kata Yenny.

Yenny beranggapan, hal itu harus disikapi dengan baik untuk kemudian dilakukan langkah-langkah pencegahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here