Pertumbuhan Ekonomi Papua Membaik

Pertumbuhan Ekonomi Papua Membaik
Pertumbuhan Ekonomi Papua Membaik
85 Pemirsa

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi Papua mengalami kontraksi sebesar -15,11 persen pada triwulan III 2019. Ini lebih baik dibanding triwulan II yang mencapai kedalaman -23,98 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga menyebut tekanan inflasi Papua pada triwulan III menurun 1,90 persen, jika dibandingkan dengan triwulan II sebesar 2,92 persen.

Secara spasial, Kota Jayapura mengalami penurunan inflasi menjadi 2,56 persen dari sebelumnya 4,03 persen. Sementara inflasi di Merauke pada triwulan III mencapai 0,07 persen, lebih tinggi dari sebelumnya hingga mengalami deflasi -0,14 persen.

“Dari sisi pengeluaran, peningkatan konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi ditengah penurunan ekspor luar negeri Papua yang terkontraksi dalam,” ungkap Sinaga usai acara temu tahunan Bank Indonesia di Jayapura, Kamis 5 Desember 2019.

Meski demikian, Sinaga mengatakan jika stabilitas sistem keuangan di Papua masih relatif aman dan terjaga. Indikatornya, melambatnya pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 5,35 persen dan percepatan pertumbuhan kredit menjadi 12,94 persen.

“Dua indikator ini menunjukkan sinyal positif dari pelaku ekonomi Papua dalam meningkatkan modal kerja, investasi, maupun konsumsi,” jelasnya.

Selain itu BI juga memprediksi sektor konstruksi akan mengalami peningkatan pada 2020, yang antara lain dipicu perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Bumi Cenderawasih tersebut.

Sinaga mengatakan pada 2020, sektor konstruksi akan memberikan pertumbuhan bagi perekonomian Papua.

“Selain dari konstruksi, konsumsi masyarakat merupakan salah satu faktor terbesar juga dalam pergerakan perekonomian Papua,” katanya.

Namun demikian, menurut Naek, perlu diwaspadai pada 2020, inflasi cenderung meningkat, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah mengantisipasinya.

“Perlu sinergi yang baik dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan kabupaten/kota untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan dan perlu diantisipasi dari awal 2020 oleh tim inflasi daerah baik di tingkat provinsi maupun di kabupate/kota,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here