Pesan Berantai Fitnah Melanda Ketua KSP Jenderal Purn. Moeldoko

0
253
Pesan Berantai Fitnah Melanda Ketua KSP Jenderal Purn. Moeldoko

Muslim Cyber Army (MCA) merupakan kumpulan-kumpulan para penggiat media sosial dan admin whatsapp untuk kepentingan politik yang dipastikan dari kelompok dan partai yang tidak menginginkan Jokowi kembali terpilih pada tahun 2019. Kepentingan politik mereka semakin nyata seiring terbukanya kepentingan politik para elit 212 sejak Kasus La Nyalla mencuat ke permukaan serta terbongkarnya kedok HTI yang menginginkan kekuasaan digantikan oleh Khalifah mereka.

Pada hari ini pada Kamis 18 Januari 2018 sore sebuah propaganda hitam dan fitnah dari pihak yang mengaku dirinya MCA disebarkan sebagai agitasi fitnah yang menyebutkan bahwa pihak pendukung Istana sedang berkumpul di Istana. Pertemuan disebutkan dilakukan Rabu sore sejak pukul 17.30 WIB diikuti oleh KSP, Watimpres dan 54 organisasi kecebong.

Kecebong adalah bentuk salah satu propaganda yang telah dilakukan kelompok yang selalu menggunakan atribut Muslim tersebut untuk menunjukkan para pihak yang mendukung kepemimpinan presiden Joko Widodo (Jokowi). Propaganda dalam maknanya adalah rangkaian pesan yang bertujuan untuk mempengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau kelompok orang yang menjadi targetnya.

Dengan menyebut pada paragraph pertama “para kecebong dikumpulkan rezim Jokowi di istana negara untuk melawan para ulama,habaib dan umat islam”, justru menampilkan diri mereka adalah pelaku fitnah yang sangat dilarang dalam agama Islam yang menjadi atribut utama mereka. Adalah sangat mustahil pemerintah yang diangkat oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat yang mayoritas muslim ini disebut “memerangi” ulama.

Propaganda bahwa pemerintah akan melawan para ulama, habaib dan umat Islam adalah fitnah yang sangat keji, dan semata-mata untuk melindungi orang-orang binaan mereka yang dipropagandakan sebagai manusia paling alim dan yang paling mengerti dan menguasai Ajaran Islam.

“Seluruh pembicaraan sudah kami ketahui termasuk rencana kerja dan sebagainya” adalah pernyataan prematur karena tulisan tersebut justru dibuat dan disebarkan saat pertemuan belum berlangsung, dan hanya rekayasa para pencipta narasi fitnah di kelompok MCA tersebut.

Broadcast dan kegiatan amplifikasi tersebut akan semakin masif masyarakat dapatkan untuk memperkeruh dan mengacaukan program pemerintah menciptakan pilkada 2018 lebih sehat, tanpa kampanye hitam yang menggunakan atribut Agama pada khusus dan SARA pada umumnya. Selain tentu saja program untuk memerangi segala bentuk money politics yang dapat merusak tujuan luhur demokrasi itu sendiri.

Himbauan untuk terus berjuang di jalan Allah SWT dari penyebar kebohongan tersebut adalah bentuk kefasikan, karena sesungguhnya mereka telah menyimpangkan agama untuk tujuan politik mereka yang dapat menghalalkan segala cara.

Terbongkarnya partai-partai yang dianggap elit 212 sebagai pendukung mereka namun kemudian menolak pencalonan dari kader mereka sendiri adalah bentuk resistensi partai itu dari bahaya kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh kelompok-kelompok yang secara instan ingin mendapatkan kekuasaan dan merubah ideologi, hukum dan peraturan perundang-undangan sesuai keinginan kelompok mereka.

Eksistensi kelompok ini akan terus eksis karena mereka juga menjadikan gerakan ini sebagai jalan memetik keuntungan untuk kepentingan pribadi. Penguatan Politik Identitas telah dihindari partai Gerindra, PKS dan PAN sebagai partai yang selalu dielu-elukan oleh mereka. Penghindaran ini sebagai isyarat jelas bahwa eksistensi mereka telah disadari oleh semua komponen bangsa yang masih mencintai Republik hanya sebagai ancaman.

Tuduhan-tuduhan kepada pribadi Presiden Jokowi sebagai agen asing, aseng dll sebagainya justru menelanjangi kelompok mereka yang telah menjadi proxy kelompok tertentu yang berambisi merebut kekuasaan dan menggunakan kekayaan negara sebesar-besar bagi kemakmuran kelompoknya. Waspadalah !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here