Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Sabu 11,5 Kg

Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Sabu 11,5 Kg
Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Sabu 11,5 Kg
62 Pemirsa

Tim Satgas Hantu Ditresnarkoba Polda Jawa Timur berhasil mengungkap dan menggagalkan penyelundupan sabu-sabu 11,5 kilogram yang didapat dari seorang bandar narkoba asal jaringan Malaysia.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menerangkan bahwa pelaku ditangkap petugas di rumahnya di kawasan Kalideres, Jakarta.

Luki menjelaskan tersangka menyimpan barang bukti berupa sabu-sabu ini terbungkus plastik yang dimasukkan ke dalam 10 galon cat.

“Masing-masing galon cat itu rata-rata berisi sekitar satu kilogram sabu-sabu,” ungkap Luki kepada wartawan di Mapolda Jatim di Surabaya, Selasa (9/7/2019).

Namun naas betul, tersangka atas nama Peter Kreistiono yang sempat diamankan meninggal dunia saat mencoba kabur di tengah perjalanan menuju Mapolda Jatim di Surabaya.

Kapolda menceritakan, saat ditangkap dari rumahnya, polisi membawa Peter dengan tangan diborgol, tapi di tengah perjalanan rombongan polisi mampir ke SPBU di tempat peristirahatan tol Tambun untuk mengisi BBM.

Luki menceritakan saat ditangkap dari rumahnya, polisi membawa Peter dengan tangan diborgol, tapi di tengah perjalanan rombongan polisi mampir ke SPBU di tempat peristirahatan tol Tambun untuk mengisi BBM.

Saat itu, kata Kapolda, tersangka Peter minta izin kepada petugas untuk ke toilet buang air kecil yang kemudian diizinkan, tapi dengan tangan terborgol dan pengawalan.

“Tapi, tersangka malah berupaya kabur dengan cara mendorong polisi hingga jatuh, lalu lari dan nekat melompat dari pembatas tol menghindari petugas, tapi malah tertabrak truk,” katanya.

Petugas kemudian membawa tersangka Peter ke Rumah Sakit Herlina di kawasan Tambun, Bekasi untuk diberikan pertolongan dan perawatan intensif, namun keesokan harinya tersangka meninggal dunia.

Sebelumnya Tim Satuan Tugas (Satgas) Narkoba Polrestabes Surabaya juga lebih dulu menembak mati seorang bandar narkoba di Surabaya.

Bandar sabu berinisial LS itu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ia melawan saat ditangkap dan menodongkan sebuah pistol ke arah polisi saat terkepung.

Tim Satgas Anti Narkoba mengepung sang bandar di daerah Sukomanunggal, Surabaya. Pengepungan dilakukan setelah tim melakukan undercover buy (penyamaran) dengan memesan sabu 1 kg.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Memo Ardian mengatakan, sang bandar merupakan salah satu target operasi yang dikenal licin.

“Saat sampai di titik yang ditentukan, dia (LS) hanya menunjukkan tester sabu,” kata Memo di Kamar Mayat RSU dr Soetomo, Surabaya, Rabu (3/7/2019) dinihari.

Bukannya menyerah, lanjut Memo menjelaskan LS kembali menyerang anggota dengan sejata tajam. Saat itulah, Tim Satgas Narkoba akhirnya menembak LS dengan tiga peluru bersarang di dada. Setelah LS tumbang, tim ini mengevakuasinya ke rumah sakit, tapi dalam perjalanan ia meninggal dunia.

Dari penggeledahan kendaraan yang dibawa LS, Tim Satgas Narkoba menemukan tiga bungkus besar berisi sabu.

“Tiga bungkus besar berisi sabu sudah kami sita. Namun untuk jumlah detail dan asal usul barang, identitas lengkap tersangka, nanti akan dirilis Bapak Kapolres (Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho),” jelasnya.

Keberhasilan aparat kepolisian dalam menumpas peredaran narkotika di Tanah Air patut di apresiasi. Hal itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan generasi muda agar terhindar dari upaya penyalagunaan dan peredaran narkoba yang dapat merusak masa depan.

Untuk masyarakat diharapkan berperan aktif dalam menjaga wilayah dan memberikan informasi apabila menemukan orang-orang mencurigkan di wilayahnya masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here