Polisi Buru Anggota JAD di Sumut

0
141
Polisi Buru Anggota JAD di Sumut
Polisi Buru Anggota JAD di Sumut

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menyatakan, bahwa saat ini pihaknya telah memetakan jaringan terorisme Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Sumatra Bagian Utara. Hal itu menyusul dilakukannya penangkapan dua terduga teroris pada Kamis (18/10) lalu.

“Jaringan sudah di-mapping (dipetakan), Detasemen Khusus 88 Antiteror maupun Polda sumut terus melakukan pengejaran kelompok tersebut yang ada di wilayah Medan, Aceh dan beberapa wilayah dilakukan pengejaran,” ungkap Dedi, Senin (22/10).

Pasca-penangkapan dan penembakan terduga teroris di Tanjung Balai, Sumatra Utara, pada Kamis (18/10) lalu, Polisi memperkirakan adanya sejumlah orang yang menjadi anggota JAD di wilayah tersebut. Sehingga, polisi masih terus melakukan pemantauan.

Pemantauan tersebut, lanjut dia menjelaskan sebagai tindakan pencegahan dari Satgas antiteror yang tersebar di tiap polda.

“Kita terus melakukan pengejaran pengejaran polisi akan bertindak secara progresif, kita juga mengantisipasi setiap aksi yang dilakukan kelompok tersebut,” ucap Dedi Prasetyo.

Lebih lanjut kata Dedi, tak hanya di Sumatra, petugas secara umum melakukan pengawasan pada seluruh jaringan terduga teroris. Menurut Dedi, jaringan itu dibagi menjadi beberapa lapis, yakni anggota aktif, anggota pasif atau sel tidur, lalu simpatisan.

Ia menambahkan, anggota aktif dan pasif bisa saja langsung ditangkap petugas. Sementara untuk simpatisan, Polri meminta kerja sama masyarakat agar jangan sampai terbawa pengaruh radikal lebih jauh.

“Kelompok simpatisan ini merupakan pekerjaan seluruh anak bangsa agar tidak menganut paham radikal,” ujarnya.

Karenanya, masyarakat harus selalu waspada, peduli terhadap lingkungan sekitar dan kooperatif dengan aparat keamanan jika ditemukan hal-hal mencurigakan yang berkaitan dengan kegiatan terorisme.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menembak mati dua terduga teroris anggota JAD Hendry Syahli (26 tahun) dan Rival Alwis (22 tahun) di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Kamis (18/10) lantaran dianggap melawan.

Sempat terjadi kejar-kejaran dan baku tembak antara petugas dan terduga teroris. Namun, terduga teroris akhirnya dilumpuhkan setelah beberapa kali melawan.

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku juga didapati menyimpan senjata rakitan dan bom pipa yang dipersiapkan untuk bom bunuh diri. Selain itu, diamankan pula sejumlah senjata tajam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here