Polisi Menangkap Pendukung 02 yang Menyebar Provokasi Adu Domba TNI-Polri dan Isu HUT PKI

Polisi Menangkap Pendukung 02 yang Menyebar Provokasi Adu Domba TNI-Polri dan Isu HUT PKI
173 Pemirsa

Iwan Adi Sucipto (49), warga Cirebon, akhirnya ditangkap pihak kepolisian pasca video provokasinya beredar luas di media sosial.

Iwan adalah pembuat video provokasi soal hari ulang tahun Partai Komunis Indonesia (PKI) 22 Mei serta mengadu domba TNI-Polri.

Awalnya ia berbicara menyikapi perintah Kapolri soal tembak di tempat. Iwan menilai Kapolri menyulut amarah masyarakat. Bahkan, dia menyerukan masyarakat untuk siap mati berjuang di jalan jihad.

Tak sampaai disitu, dalam video berdurasi 1 menit 57 detik itu, ia menyatakan TNI siap bertempur melawan kepolisian, karena tidak semua TNI mengikuti perintah panglima. Iwan juga mengaku hidup di lingkungan keluarga militer.

Usai mengadu domba TNI-Polri, Iwan kemudian menyinggung sentimen PKI. Ia berbicara soal ulang tahun PKI yang jatuh pada 22 Mei. Iwan mengaitkan sentimen PKI itu dengan rencana aksi 22 Mei mendatang.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto menyatakan, Iwan ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Ya statusnya tersangka. Undang-undang ITE ancaman hukuman 6 tahun penjara,” kata Suhermanto di Mapolres Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (13/5/2019).

Lebih jauh dijelaskan Kapolres, pasal yang menjerat Iwan, yakni Pasal 45a ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU RI 19/2016 tentang perubahan atas UU RI 19/2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11/2008 tentang ITE dan atau pasal 14 dan atau pasal 15 UU RI 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Iwan Adi Sucipto yang berusaha mengadu domba TNI-Polri serta menyinggung sentiment PKI yang merupakan sebuah kebohongan, karena berdasarkan fakta dan sejarah, PKI pernah didirikan pada 23 Mei 1920 sebagai perubahan dari ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereeniging).

Iwan Adi Sucipto diketahui merupakan pendukung dari Paslon 02 dan juga merupakan seorang Dosen di kampus negeri, perbuatannya sama sekali tidak mencerminkan seorang akademisi.

BPenangkapan IWan membuktikan bahwa para pendukung Paslon 02 sudah mulai kehilangan akal sehat hanya demi mendapatkan pengakuan dan dukungan masyarakat sengaja melemparkan sentiment hingga isu negatif sebagai upaya untuk mendelegitimasi pemilu 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here