Polisi Sebut Wanita yang Ledakan Diri di Sibolga Terpapar Radikalisme

Polisi Sebut Wanita yang Ledakan Diri di Sibolga Terpapar Radikalisme
49 Pemirsa

Aksi bom bunuh diri yang dilakukan istrri terduga teroris, Husin alias Abu Hamzah bersama anaknya di rumahnya di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Rabu, 13 Maret 2019, dini hari menggemparkan warga Sibolga.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo mengungkapkan, dari pengakuan Abu Hamzah, istrinya memiliki pemahaman ideologi sangat keras yang diterimanya dari pemahaman ISIS selama ini. Sehingga, sang istri lebih memilih melakukan aksi bom bunuh diri ketimbang menyerahkan diri kepada polisi.

“Ideologi istrinya dari keterangan suaminya jauh lebih keras terpapar oleh paham ISIS. Sekitar pukul 01.30 WIB yang bersangkutan meledakkan dirinya,” jelas Dedi di Kota Medan, Rabu (13/3/2019).

Terkait bom bunuh diri di Sibolga, polisi sebelumnya sudah mengimbau dan melakukan negosiasi terhadap istri dan anak pelaku terduga teroris.

“Negosiasi dilakukan kurang lebih 10 jam,” ujarnya.

Dedi melanjutkan, negosiasi antara Tim Densus 88 Anti Teror dan Polda Sumut bekerja sama dengan masyarakat yang ada di Sibolga. Juga dilakukan imbaun secara persuasif. Negosiasi tidak berjalan sesuai keinginan. Pukul 01.30 WIB dini hari tadi, istri terduga teroris meledakan diri.

“Diduga yang bersangkutan bersama anaknya meninggal dunia,” jelasnya.

Namun, Dedi enggan memberikan keterangan secara detail terkait identitas wanita tersebut. Saat inii, jenazah sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat di Kota Sibolga, Sumatera Utara.

Meski demikian masyarakat diimbau agar terus menghindari pengaruh paham radikalisme bermuatan agama karena hal itu diyakini sesat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here