Politikus Senior Gerindra Permadi Dipolisikan Terkait Revolusi

Politikus Senior Gerindra Permadi Dipolisikan Terkait Revolusi
242 Pemirsa

Politikus Gerindra, Permadi, SH dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas seruan ‘revolusi’ yang disampaiakan dalam sebuah rekaman video.

Permadi pun tidak membantah terkait ajakan ‘revolusi’ seperti yang terekam dalam video yang tersebar di media sosial.

Permadi sendiri telah dilaporkan seorang pengacara, Fajri Safi’i, ke Polda Metro Jaya, setelah video tersebut viral. Namun Fajri mengatakan polisi ternyata sudah membuat laporan model A. Laporan model A adalah laporan polisi yang dibuat oleh anggota Polri yang mengalami, mengetahui, atau menemukan langsung peristiwa yang terjadi.

Fajri mengatakan dirinya melaporkan Permadi dengan alat bukti video sebagai masyarakat biasa. Ia juga mengaku baru melihat video Permadi itu pada hari Kamis. Dia berniat melaporkan Permadi di hari yang sama karena dirinya merasa dirugikan.

“Sebagai anak bangsa saya dirugikan pasti. Saya mau bernegara ini selama-lamanya, bukan batas pemilu ini, ngapain kita bernegara sampai pemilu ini bubar,” ungkap Fajri.

Fajri juga menyoroti kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh Permadi dalam video itu. Menurutnya kalimat itu membangkitkan SARA untuk masyarakat Indonesia.

“Kalimat pertama yang saya soroti bahwa kita ini, negara ini sudah dikendalikan oleh Cina. Orang berkulit putih itu yang mengendalikan bangsa ini dan akan menjajah bangsa ini. Kemudian kalimat kedua yang sangat penting sekali, jangan tunduk kepada konstitusi Indonesia, kita harus revolusi, harus bubarkan negara ini,” ucap dia.

Seperti diketahui, Permadi awalnya mengutip pernyataan Presiden Soekarno soal perjuangan melawan penjajah. Permadi lantas berbicara soal masalah-masalah di Indonesia yang menurutnya tidak bisa diselesaikan lewat konstitusi.

“Sekarang ini saya katakan, Tuhan sedang menyaring manusia Indonesia seperti gabah den interi. Mana yang ikut angkara murka, mana yang ikut budi luhur. Sesudah terkristalisasi, pasti akan bertemu, bertempur, korbannya sangat-sangat banyak. Tadi saya katakan, apa yang dikemukakan oleh Bapak seluruhnya benar, tetapi tidak bisa diselesaikan dengan perundingan, dengan konstitusi, dengan apa pun, kecuali dengan revolusi,” kata Permadi dalam video itu.

Point yang paling penting yang sangat mengerikan diucapkan Permadi yakni, tidak ada jalan lain kecuali revolusi dan jangan menghitung korban. Korban pasti besar. Joyoboyo mengatakan wong jowo kari separo, cino kari sejodo. Itu korbannya. Kalau kita tidak berani korban, mundur saja, jadi bangsa terjajah, menjadi Aborigin di negeri sendiri. Sangat-sangat parah, tetapi itu adalah kehendak Tuhan. Tuhan akan memenangkan budi luhur karena tentara Allah akan berada di pihak kita dan Tuhan akan membantu kita dengan bencana yang maha dahsyat yang belum pernah terjadi di dunia ini untuk menghancurkan ankara murka.

Namun, Permadi sendiri tidak menjelaskan apa tujuannya menyerukan revolusi.

“Iya (tidak menyangkal). Ya silakan saja, ya udah silakan saja. Oh itu sudah ada di YouTube, baca aja YouTube-nya,” kata dia.

Setiap ucapan Permadi dalam setiap kesempatan cenderung memprovokasi rakyat dengan mengambil momentum Pilpres demi mengambil simpati masyarakat kepada kubu Prabowo-Sandi. Permadi secara kasat mata telah berupaya untuk menggiring opini publik agar bersikap tak percaya terhadap penyelenggaraan pemilu 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here