Polri Berhasil Ungkap Asal Dana Kelompok Teroris JAD

Polri Berhasil Ungkap Asal Dana Kelompok Teroris JAD
160 Pemirsa

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa kelompok teroris Jamaah Ansharut Daullah (JAD) menerima pemasukan dana dari 5 negara yaitu Trinidad dan Tobago, Madives, Venezuela, Jerman dan Malaysia yang seluruh dana diterima oleh Saefullah alias Daniel alias Chaniago.

Dana yang diterima digunakan untuk membeli bahan bom dan senjata serta dana dikirim kepada kelompk teroris MIT Poso, Sulteng. Penggiriman dana dilakukan Saefullah melalui bendahara JAD Indonesia yakni Novendri alias Abu Zahran alias Abu Jundi.

Sebelumnya Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap tersangka perkara tindak pidana terorisme atas nama Novendri alias Abu Zahran alias Abu Jundi. Novendri ditangkap di Jl. Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Padang, Sumatra Barat pada Kamis 18 Juli 2019.

Tersangka merupakan salah satu bendahara JAD Indonesia dengan tugas mengatur pergerakan keuangan JAD.

“Saat ini tersangka masih diperiksa intensif oleh tim Densus 88 Antiteror,” kata Dedi.

Menurut Dedi, biaya yang didapatkan Abu Jundi dari Afghanistan yang dikirim melalui Western Union itu, salah satunya dimanfaatkan untuk kegiatan JAD di wilayah Bekasi Jawa Barat. Selanjutnya, dana itu akan digunakan JAD Bekasi membeli bahan peledak untuk bom yang rencananya diledakkan di Gedung KPU, Jakarta Pusat, pada 22 Mei 2019.

“Dana yang dikirimkan dari Afghanistan melalui kurir itu langsung diterima oleh Novendri di Bogor pada 12 September 2018. Rencananya dana tersebut akan digunakanuntuk membeli bahan peledak bom dan diledakkan di Gedung KPU Pusat,” tutur Dedi, Selasa (23/7/2019).

Dedi menambahkan, Abu Jundi tidak hanya punya koneksi dengan JAD Indonesia, melainkan juga JAD di negara lain. Selain itu, Abu Jundi sempat membuat bom rakitan untuk melakukan aksi amaliyah, tapi gagal karena ada komponen yang kurang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here