Polri Imbau Masyarakat Tak Langsung Percaya dengan Foto dan Video Terkait Kerusuhan di Mako Brimob

Polri Imbau Masyarakat Tak Langsung Percaya dengan Foto dan Video Terkait Kerusuhan di Mako Brimob
138 Pemirsa

Banyak informasi beredar di media sosial yang mengklaim terkait situasi terakhir di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok. Foto-foto dan video pun dengan cepatnya beredar luas di jagat dunia maya.

Unutk itu, Polri meminta masyarakat tak langsung percaya informasi-informasi tersebut.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen M Iqbal, mengatakan kepada wartawan di sekitar Mako Brimob, “Jadi kami sampaikan bahwa lima petugas kami gugur, dan seorang masih disandera. Kami masih melakukan berbagai upaya penyelesaian, dan situasinya sudah lebih kondusif.”

“Memang di media-media maupun media sosial (ceritanya) berkembang. Nah saya, kan, ada di TKP sejak tadi malam. Saya lihat tahap demi tahap bahwa apa yang diklaim oleh si A, B, dan lain-lain itu sama sekali tidak benar,” katanya.

Tentang kabar bahwa ada kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) yang menyebut bahwa para pelaku kerusuhan itu adalah ‘tentara’ mereka, Iqbal mengatakan, “Itu tidak benar.

Disebutkan oleh Iqbal, pada Selasa (8/5) malam itu, “terjadi keributan, sehingga beberapa petugas kami disandera. (Awalnya) ada enam disandera sejak kemarin.”

“Senjata (para petugas itu) direbut oleh para narapidana teroris,” tambahnya.

Iqbal tak menyebut berapa banyak napi teroris yang terlibat dan bagaimana situasinya sehingga enam polisi terlatih bisa disandera.

Situasi berkembang panas, dan lima polisi yang disandera itu kemudian tewas, semantara seorang napi kasus teroris tewas terbunuh.

Sekarang, kata Iqbal, “seorang petugas polisi masih disandera.”

Sejak semalam, kata Iqbal, polisi melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan situasi.

“Alhamdulillah situasi sangat terkendali karena kami mengutamakan upaya persuasif yaitu negosiasi kepada beberapa tahanan yang ingin dan mau diajak untuk komunikasi,” katanya lagi.

Rabu pagi, kepada wartawan Iqbal hanya membenarkan bahwa memang terjadi insiden di sana, pada Selasa (8/5) malam, gara-gara urusan remeh temeh.

“Pemicunya adalah hal yang sepele, pemicunya adalah masalah makanan,” kata Iqbal kepada para wartawan di gerbang Mako Brimob, Rabu (9/5).

“Sesuai SOP (Standar Prosedur Operasional), makanan (dari luar untuk tahanan) diverifikasi oleh (petugas) kami. Untuk memeriksa apakah ada barang-barang lain (yang diselundupkan dalam makanan). Lalu terjadi keributan, cekcok,” kata Iqbal.

Penjelasan Iqbal ini mengkahiri teka-teki sejak Selasa tengah malam, saat kejadian itu meletus.

Oleh karena itu diimbau agar masyarakat tidak menyebarkan foto-foto, opini maupun berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait dengan kerusuhan di Mako Brimob karena hal tersebut menimbulkan teror dan menciptakan instabilitas sosial dan keamanan.

“Foto dan informasi-informasi jangan dipercaya sebelum memvonis itu benar,” tegas Iqbal.

Masyarakat juga diminta tidak terhasut dam harus percaya serta menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan tidak memperkeruh situasi dengan mengaitkan insiden tersebut dengan berbagai hal yang tidak relevan karena hal tersebut dapat menjadi provokasi yang justru berpotensi memperbesar dampak permasalahan.

Penjagaan ketat masih dilakukan. Anggota Brimob dengan senjata laras panjang juga masih berjaga. Jalan Akses UI masih tetap tak bisa dilalui warga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here