Prabowo Harus Minta Maaf Terkait Penyebaran Hoax Penganiayaan Ratna Sarumpaet

235 Pemirsa

Bidikdata – Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait dugaan penganiayaan yang dialami aktivis senior Ratna Sarumpaet. Berdasarkan penyelidikan pihak kepolisian ditemukan hasil bahwa tidak terdapat penganiayaan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) sebagaimana informasi yang beredar di masyarakat.

Meski belum ada laporan terkait penganiayaan tersebut yang masuk, namun polisi sudah mendengar informasi mengenai kejadian itu. Polda Jabar melakukan penyelidikan dengan mendatangi 23 rumah sakit dan puskesmas di Bandung dan Cimahi. Hasilnya, tidak ada pasien atas nama Ratna Sarumpaet.

Polda Jabar juga mendatangi Bandara Husein Sastranegara, Bandung, dengan bertanya kepada petugas keamanan maupun sopir taksi yang beroperasi di sana. Hasilnya nihil tak ada penganiayaan di sekitar bandara.

Fakta lainnnya, Polda Metro Jaya bergerak dan melakukan penyelidikan. Hasilnya mengejutkan, dari data telepon, Ratna sejak 20-24 September berada di Jakarta. Kemudian hasil pengecekan CCTV, Ratna ada di RS Bina Estetika, sebuah rumah di Menteng, Jakarta Pusat, yang biasa menangani bedah plastik dan umum.

Dan ada bukti lain yang diungkap polisi, yakni transfer dari rekening Ratna ke rekening RS Bina Estetika lewat kartu debet sebanyak tiga kali.

Kenyataannya kini, wajah lebam Ratna Sarumpaet yang diduga hasil kekerasan itu hanya tindakan operasi plastik yang dilakukan pada tanggal 21-24 September di RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

Sangat disayangkan pihak oposisi telah menggunakan modus hoax untuk menebar kebencian pada pemerintah, dimana hal tersebut juga pernah dilakukan ISIS di Suriah dengan white helmet. Padahal di sisi lain, negara sedang berduka atas bencana Palu yang seharusnya menjadi momentum masyarakat untuk lebih bersatu, tidak untuk dimanfaatkan dengan mengalihkan isu murahan.

Karena itu, kubu Prabowo seperti Fadli Zon, Dahnila Anzar, Rizal Ramil dan Said Didu yang telah melakukan konferensi pers terkait pembenaran adanya penganiayaan harus segera meralat dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat luas melalui pernyataan tertulis yang disebarkan diberbagai kanal media, karena telah sengaja menebarkan hoax.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here