Prabowo Sudah Menghianati Rakyat Terutama Pendukungnya

396 Pemirsa

Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule mengunggah video terbaru pidato Prabowo Subianto di akun Facebook pribadinya. Dari video itu, Prabowo mengungkapkan arah politik partai berlambang kepala Garuda.

Dalam video itu Prabowo tampak sedang berbicara dengan para pendukungnya dengan menegaskan bahwa Gerindra akan selalu ingat pada rakyat dan tidak pernah berkhianat.

Dia juga memastikan bahwa dirinya akan memilih mati ketimbang harus mengkhianati perjuangan rakyat.

“Saya katakan kepada kalian. Lebih baik Prabowo mati daripada berkhianat kepada rakyat Indonesia,” tegasnya disambut tepuk tangan.

Mantan Danjen Kopassus itu mengaku tidak tergiur dengan berbagai jabatan yang disodorkan kepadanya. Dia mempersilakan jabatan-jabatan itu diambil oleh pihak lain demi menjaga diri untuk tidak mengkhianati rakyat.

“Ambil jabatan! Ambil pangkat! Ambil semuanya, ambil! Tapi kita tidak akan berkhianat kepada rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Pidato Prabowo yang mengatakan lebih baik mati daripada berkhianat kepada rakyat dengan menolak jabatan yang ditawarkan kepadanya dapat dikategorikan sebagai retorika belaka dan bahkan sebuah kebohongan.

Jika dirunut lebih lanjut, Prabowo sebenarnya sudah mengkhianati rakyat terutama dari pendukungnya sendiri saat dirinya dicalonkan berdasarkan Ijtima ulama namun tak menerima wakil yang diusulkan dan lebih memilih bersama Sandiaga Uno karena mahar dan modal yang besar.

Dari kejadian ini, sudah diketahui bahwa ada motif ekonomi yang diprioritaskan dibanding kepentingan lain termasuk ideologi.

Akhirnya, spekulasi sikap Prabowo Subianto dan Partai Gerindra pascahiruk-pikuk rekonsiliasi setelah Jokowi-Maruf dinyatakan menang Pilpres 2019 oleh KPU RI mulai jelas.

Sejak awal dirinya mencalonkan sebagai capres hingga selesai Pilpres, Prabowo secara massif telah membuat kebohongan yang terencana demi kepentingan politiknya.

Sudah tak terhitung jumlahnya strategi hoaks dan adu domba masyarakat yang gagal dijalankan dan berakhir di penjara.

Prabowo jugalah yang kembali menaikkan isu kriminalisasi ulama. Padahal semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di depan hukum, sekalipun ulama jika bersalah juga diproses.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here