Presiden Jokowi Akan Turun Tangan Menengahi Polemik Impor Beras

28 Pemirsa

Bidikdata – Di tengah polemik dan silang pendapat tentang rencana impor beras seharusnya tidak terjadi, karena keputusan impor beras merupakan keputusan yang diambil dalam sejumlah rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Rakortas juga dihadiri menteri dan lembaga terkait, yakni Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Menteri BUMN, dan Dirut Perum Bulog.

Bisa dikatakan bahwa awal mula persoalan impor beras terjadi pada kuartal III 2017. Menko Darmin mengatakan, saat itu harga beras mulai naik, sementara stok Bulog saat itu tidak banyak, hanya 978 ton.

“Normalnya, stok itu 2 juta ton,” ujar Darmin di kantornya, Rabu (19/9) malam.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Ahmad Erani Yustika, angkat bicara terkait perdebatan soal impor beras yang tengah menghangat dilontarkan oleh Direkur Utama Perum Bulog Budi Waseso dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito belakangan ini.

Ia menyatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pun sudah mendengar dan dipastikan akan turun tangan menengahi soal silang pendapat itu.

“Presiden pasti akan sampaikan pada waktu yang tepat kepada publik,” ujar Erani saat mengelar bincang-bincang dengan media di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 19 September 2018.

Erani menyatakan, Presiden Jokowi pada dasarnya ingin agar beras sebagai barang kebutuhan pokok harus disediakan dalam jumlah yang cukup dan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

“Yang jelas, Pak Presiden ingin harga kebutuhan pokok bisa tersedia dan dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Erani juga menyebutkan pihaknya akan menjelaskan perihal impor beras lebih gamblang ke publik setelah mendapat data yang lebih lengkap dan melakukan rapat koordinasi dengan para pihak terkait.

“Kami perlu dapatkan data dan koordinasi yang utuh terlebih dahulu mengenai hal ini. Yang terjadi di lapangan kan masih informasi sepotong,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here