Presiden Jokowi Canangkan Kedaulatan Rempah-Rempah Indonesia

0
324

BidikData – Presiden Joko Widodo ingin Indonesia tak kalah saing sebagai negara yang memiliki kekuatan cadangan rempah rempah yang besar dibanding negara lain. Hal ini membuat Jokowi hendak memperbaiki kedaulatan rempah-rempah dengan memprioritaskan pembenahan pada perkebunan rempah-rempah. Salah satunya dengan pemberian bantuan benih komoditi perkebunan khususnya tanaman rempah seperti pala, lada, cengkeh serta kopi dan karet.

Pemerintah melalui Kementrian Agraria dan Tata Ruang serta Kementrian Pertanian mulai tahun depan akan mengembangkan sektor rempah di Indonesia dengan cara pemetaan yang sudah dilakukan sebelumnya. Jokowi mengatakan pemerintah telah menganggarkan dana untuk peningkatan potensi rempah Indonesia sebesar Rp 2,4 triliun pada tahun 2017 ini dan Rp 3 triliun pada 2018 mendatang.

“Jangan sampai kita kalah sama Filipina, kopi kalah sama Brazil, pala kalah sama vietnam. Nah ini mau kita benahi pelan pelan tahun depan,” ujar Jokowi di Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (13/10).

Jokowi mengatakan pada tahun ini akan diberikan bantuan benih komoditi perkebunan sebanyak 35,5 juta batang. Bantuan benih tersebut antara lain, benih kopi 4,8 juta batang, benih pala 2,7 juta batang, benih lada 2 juta batang dan benih karet 5,7 juta batang. Sedangkan untuk tahun 2018 dengan anggaran Rp 3 triliun direncanakan bantuan benih sekitar 40 juta batang diprioritaskan tanaman rempah seperti pala, lada, cengkeh serta kopi dan karet.

“Kita ingin petani kita berdaulat dan indonesia kembali berjaya dalam kedaulatan rempah,” ujar Jokowi.

Wagub Zeth, saat membuka Lokakarya dan Seminar Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI), di Ambon juga memandang kebijakan Presiden Joko Widodo untuk mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia dan ditindaklankjuti oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan menggelontorkan APBN sebesar Rp5,5 miliar untuk membeli bibit unggul rempah-rempah untuk dibagikan kepada petani secara gratis, sangat strategis untuk menggairahkan kembali pengembangan komoditas unggulan tersebut.

“Saya optimistis dengan program Presiden Jokowi yang ditindaklanjuti oleh Mentan Amran Sulaiman akan membuat para petani bergairah untuk mengembangkan rempah-rempah dan dalam kurun 10 tahun mendatang, rampah-rempah Indonesia khususnya pala dan cengkih di Maluku akan berjaya kembali,” katanya lagi.

“Karena itu dengan program bantuan jutaan bibit gratis dari Kementerian Pertanian dalam kurun waktu tiga tahun mendatang akan berdampak besar, terutama petani bergairah kembali untuk mengurus dan mengembangkan komoditas unggulan di pasar dunia ini dan pada waktunya Maluku akan kembali bangkit dan berjaya dengan rempah-rempah seperti yang terjadi 500 tahun silam,” kata dia pula.

Sehubungan dengan itu, Wagub Zeth berharap Lokakarya dan Seminar Nasional FKPTPI yang dihadiri para pakar di bidang pertanian dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini, dapat merumuskan ide dan gagasan inovatif maupun teknologi baru untuk pengembangan sektor pertanian, khususnya pengembangan dan budi daya tanaman rempah-rempah. Salah satunya adalah inovasi yang memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk melakukan penyuluhan terhadap petani dan mempermudah para petani untuk menjual hasilnya.

“Saya inginkan para ahli pertanian yang berkumpul saat ini dapat membahas dan melahirkan konsep baru yang inovatif maupun teknologi baru yang bisa diterapkan kepada para petani dalam mengembangkan dan membudidayakan tanaman cengkih dan pala, sehinga pada akhirnya harapan pemerintah pusat akan masa keemasan dan kejayaan rempah-rempah Indonesia dapat terwujud di masa mendatang,” kata Wagub itu pula.

Inovasi yang dimaksud khususnya untuk Maluku, yakni bagaimana langkah dan upaya untuk mengembalikan semangat dan inovasi para petani mengembalikan kejayaan rempah-rempah terutama cengkeh dan pala.

“Inovasi yang akan dibahas untuk Maluku yakni bagaimana membangun kembali kejayaan rempah-rempah terutama pala dan cengkih. Walaupun tanaman di daerah ini sudah tua dan berumur ratusan tahun, tetapi perlu dikaji dan dianalisa bibit pala dan cengkih yang unggul seperti apa, cara mengatasi hama hingga pemasaran dan inovasi sosial ekonominya,” kata Jamhari.

“Sebetulnya IT harus diterapkan di dunia pertanian, seperti kami telah menciptakan aplikasi khusus untuk android yang bermanfaat dalam penyuluhan pertanian digital, sehingga ketika petani mengalami kesulitan atau masalah hama penyakit, dapat langsung memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mencari solusinya dan para dosen pertanian akan siap menjawab,” katanya.

Aplikasi ini juga bermanfaat mempermudah para petani untuk memasarkan hasil-hasil pertaninnya secara dalam jaringan (daring).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here