Presiden Jokowi: Jangan Obral Perda yang Bikin Tambah Ruwet

Presiden Jokowi: Jangan Obral Perda yang Bikin Tambah Ruwet
33 Pemirsa

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan para gubernur dan DPRD agar tidak membuat Peraturan Daerah (Perda) baru yang justru hanya menambah ruwet.

Presiden bahkan menyinggung jika Perda tersebut berorientasinya proyek akan lebih menambah ruwet lagi. “Saya titip ini untuk seluruh gubernur, dan terutama karena ada ketua DPRD, jangan membuat Perda-Perda lagi lah yang menyebabkan nambah ruwet,” kata Presiden dalam Rapat kerja Pemerintah “Percepatan Berusaha di Daerah” di Istana Negara Jakarta, Selasa (23/1/18).

“Saya sudah perintahkan juga ke menteri-menteri ngak usahlah ngajuin banyak UU juga. UU Yang lama kita akan cek satu persatu, kita revisi, kita perbaiki yang kurang-kurang. Perda juga sama tolong dilihat, terutama Perda yang berkaitan percepatan berusaha. Kalau memang itu ngak mempercepat atau justru memperlambat, kalau bisa dihilangkan atau direvisi,” tegas Jokowi.

Menurut Jokowi yang paling penting adalah bagiamana Perda itu berkualitas, bukan banyak Perda yang justru mempersulit investasi masuk. Presiden mengatakan kunci pertumbuhan ekonomi ada dua, yakni investasi dan ekspor.

“Hanya itu saja, tidak ada yang lain. Hanya itu saja yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita,” ujarnya.

Presiden melihat bahwa masih banyak masalah yang ada di dalam negeri, yakni investasi yang masih terhambat pada urusan-urusan perizinan. Jokowi mengungkapkan untuk perizinan investasi di pembangkit listrik saat ini pemerintah pusat sudah bisa menyelesaikan selama 19 hari, namun daerah 775 hari.

“Sekarang kita blak-blakan semua. Kita buka semuanya. Artinya ada problem di daerah,” ungkap Presiden.

Jokowi juga menyebut investasi di bidang pertanian proses investasi di pusat juga 19 hari, namun di daerah masih 726 hari. “Tolong di dinas-dinas yang terkait, ini betul-betul dicek detail. Sekarang ini persyaratan bisa jadi perizinan. Dulu hanya syarat sekarang syarat naik jadi izin. Kalau ini diteruskan jangan harap sekali lagi pertumbuhan ekonomi kita akan naik,” kata Jokowi.

Kendati demikian, Presiden mengaku masih optimistis sebab masih banyak investor-investor yang mau berinvestasi ke Indonesia. Asal saja lanjut Jokowi menambahkan bahwa kita harus segera memperbaiki dan menyelesaikannya dengan tepat dan cepat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here