Presiden Jokowi Presiden Paling Progresif Membangun Jalan Tol Untuk Konektifitas Negeri

Presiden Jokowi Presiden Paling Progresif Membangun Jalan Tol Untuk Konektifitas Negeri
186 Pemirsa

Meski baru berjalan tiga tahun, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla disebut paling progresif dalam pembangunan infrastruktur jalan tol. Prestasi Presiden Jokowi dalam membangun jalan tol jauh meninggalkan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

“Ini Pak Menteri PUPR (Basuki Hadimuljono) paten, enggak banyak omong tahu-tahu sudah jadi,” kata Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan

Hingga Akhir tahun 2017 lalu Pemerintah telah membangun tol baru sepanjang 568 km dalam kurun waktu tiga tahun (2015-2017). Pada 2015, realisasi pembangunan tol baru sepanjang 132 km dan 44 km pada 2016.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimistis pembangunan jalan tol baru akan mencapai panjang 1.852 kilometer (km). Proyeksi ini melampaui target pembangunan tol yang sudah ditetapkan sebelumnya sepanjang 1.000 km hingga 2019.

Kepala Badan Litbang Kementerian PUPR, Danis H Sumadilaga, mengungkapkan, pemerintah telah membangun tol baru sepanjang 568 km dalam kurun waktu tiga tahun (2015-2017). Pada 2015, realisasi pembangunan tol baru sepanjang 132 km dan 44 km pada 2016.

“Targetnya di tahun ini 392 km karena sampai hingga Oktober ini sudah 300 km. Jadi, total dari 2015-2017, mencapai 568 km tol baru terbangun,” ujar Danis

Seperti diketahui pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama 10 tahun dari 2004-2014, hanya berhasil membangun jalan tol sepanjang 212 km.

Sedangkan pada masa era Presiden Megawati hanya mampu menambah jalan tol 34 km. Sementara masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selama 1,5 tahun hanya menambah 5,5 km jalan tol.

Adapun pada masa era Presdiden BJ Habibie, jalan tol bertambah 7,2 km. Lalu selama Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto yang bertahan selama 32 tahun, pembangunan jalan tol mencapai 490 km. Jumlah tersebut diungguli oleh Presiden Jokowi hanya dalam waktu tiga tahun

Selain jalan tol, berdasarkan data Balitbang Kementerian PUPR, jalan baru yang dibangun dalam tiga tahun terakhir mencapai 2.632 KM. Dengan rincian, 1.286 KM jalan baru dibangun pada 2015, 559 KM di 2016, dan 778 KM pada tahun ini.

Sekitar 2.000 KM jalan baru di antaranya merupakan jalan perbatasan yang dibangun di titik-titik terluar dan pelosok negeri. “Ini kebanyakan jalan perbatasan Kalimantan, Papua hingga perbatasan Nusa Tenggara Timur di Pulau Timor,” kata Kepala Balitbang Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga.

Ke depan, sambung Danis, pemerintah akan terus menambah jalan-jalan baru di kawasan terluar. Targetnya, terbangun 1.071 KM jalan baru pada 2018 dan sekitar 1.120 KM pada 2019 mendatang.

Dengan begitu, total pembangunan jalan baru di era Jokowi-JK tembus 4.814 KM. “Tujuannya, agar rasio konektivitas terus bertambah. Kami berusaha supaya bisa selesaikan jalan-jalan perbatasan itu,” terang dia.

Pada akhirnya era pemerintahan Presiden Jokowi membuktikan perubahan pola pembangunan yang semula Javasentris menjadi Indonesiasentris. Indonesiasentris itu maksudnya membangun dari ujung Aceh sampai Papua itu sama keberpihakannya. Tidak membeda-bedakan, sama rata dan itu yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Pembangunan Indonesia Sentris yang menjadi visi besar Presiden Jokowi adalah pembangunan dari Aceh hingga Papua. Visi Indonesia Sentris menekankan pada keadilan dalam pembangunan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here