Presiden Minta Ulama Bersatu Sebarkan Islam Wasathiyah

Presiden Minta Ulama Bersatu Sebarkan Islam Wasathiyah
27 Pemirsa

Presiden Joko Widodo membuka Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia tentang Islam Wasathiyah (Islam Moderat) yang dihadiri oleh sekitar 100 orang ulama.

Diantaranya dari Indonesia (50 orang) dan luar negeri (50 orang) dari Yaman, Mesir, Iran, Maroko, Italia, Amerika dan negara-negara lainnya.

Konsultasi tingkat tinggi itu juga dihadiri Imam Besar dan Grand Syeikh Al-Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayeb dan digagas oleh Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta para ulama bersatu untuk membumikan Islam wasathiyah di dunia.

“Jika para ulama bersatu padu dalam satu barisan untuk membumikan moderasi Islam, maka saya optimis poros wasathiyah Islam dunia akan menjadi arus utama, akan memberikan harapan bagi lahirnya dunia yang damai, yang aman, yang sejahtera, yang berkeadilan dan menjadi gerakan Islam untuk mewujudkan keadailan sosial,” kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (1/5/18).

Selain berbagi pengalaman, Joowi mengatakan, gerakan wasathiyah Islam harus menjadi gerakan yang mendunia, yang dapat menginsipirasi para pemimpin, para ulama, para kaum muda dan umat islam agar tetap teguh pada jalur moderasi Islam.

Menurut Presiden, Indonesia menyambut gembira menguatnya semangat moderasi dalam gerakan besar dunia Islam.

“Kami menyambut gembira forum konsultasi tingkat tinggi ini agar kita bisa berbagi pengalaman dalam tasamuh (tenggang rasa), dalam mengembangkan toleransi agar kita berbagi pengalaman dalam mengembangkan musywarah, agar kita berbagi pengalaman dalam tawasuf, dalam mengambil jalan tengah agar kita mengambil pengalaman dalam menjadi pelopor kemaslahatan umat manusia,” ungkap Presiden.

Presiden Jokowi mengaku bersyukur bahwa dalam keberagaman, Indonesia mampu menjaga persaudaraan, toleransi, perdamaian dan persatuan. Pengalaman inilah yang hendak dibagikan Jokowi kepada dunia.

“Indonesia memiliki dasar negara pancasila dan semboyan negara Bhineka Tunggal Ika, `unity in diversity`, keberagaman adalah anugrah Allah SWT yang harus kita rawat, keberagaman adalah sumber kekuatan yang membuat kami menjadi bangsa yang kuat, namun sebagai bangsa yang sangat majemuk, kami tidak boleh lengah sedikitpun,” jelasnya.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia akan terus memupuk ajaran yang memupuk perdamaian dan persatuan, yang mengutamakan musyawarah dengan penuh toleransi dan kepercayaan, yang membawa keadilan sosial dan perdamaian abadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here