Pria Stres yang Menyerang Polisi Dompu Bukan Teroris

0
377

bidikdata.com – Aksi penyerangan terhadap aparat kepolisian kembali terjadi. Kali ini pelakunya seorang pemuda asal Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Amar Qadafi (35), Rabu, 28 Juni 2017.

Pria yang tinggal di Dusun Saka, Desa Mangge Asi, Kecamatan Dompu, terpaksa dilumpuhkan lantaran menebar teror di depan Markas Kepolisian Resor Dompu menggunakan senjata jenis airsoft gun.

Dari hasil keterangan yang didapat, saat itu pelaku mengendarai mobil Avanza warna hitam dengan nomor polisi DR-1655-YZ melintas di depan Polres.

Mobil tersebut, kata Wakil Kepala Polres Dompu Komisaris Etek Riawan mengatakan, mobil masuk dan hendak menabrak petugas yang berjaga. Kemudian, para anggota tersebut langsung menghindar dan lari mengambil senjata.

Saat polisi mengambil senjata, lanjut Etek mengatakan pelaku langsung turun dari mobilnya dan menodongkan senjata jenis airsoft gun ke arah anggota. Pelaku juga mengancam dan memaki petugas. “Saya bunuh kalian semua. Saya tidak takut sama kalian,” kata pelaku, seperti disampaikan Etek.

Menurut Etek, pelaku diketahui dalam pengaruh narkotik jenis ganja. Meski tidak ditemui barang bukti saat mobil pelaku digeledah.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, ternyata pelaku mengalami stres karena persoalan keluarga.

Sementara, Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Rikwanto mengatakan penyerangan bermula dari ?pelaku bersama isteri dan anaknya datang dari arah Bima menuju Kab Dompu.

Kemudian pelaku menurunkan istrinya di Mata Air Madapangga Desa Ndano Kec Madapangga Kab Bima. Menurut sang Istri, pelaku ada niatan membunuh anak kandungnya. Lalu si istri menelpon kakak pelaku yang adalah anggota di Polres Dompu dengan maksud agar sang kakak mencegah niatan pelaku.

“Kakak pelaku dan keluarga lalu melaporkan kejadian tersebut ke Piket Penjagaan Mapolres Dompu,” kata Rikwanto.

Bagaimanapun, aksi teror terhadap aparat tidak dapat dibenarkan. Beruntung atas peristiwa ini tidak ada korban jiwa, saat ini kondisi di Dompu sudah kembali kondusif.

Oleh karenanya, masyarakat juga diharapkan tidak termakan dengan adanya isu teroris yang belakangan menyerang POLRI.

Sebab, pelaku telah menjalani pemeriksaan terkait dengan kepemilikan senjata. Ketika diinterogasi, pelaku mengaku memiliki surat izin, namun tidak bisa membuktikannya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Darurat mengenai kepemilikan senjata secara ilegal dan tidak berizin. Selain itu, pelaku dijerat dengan pasal pengancaman pembunuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here