Program Jokowi Bidang Energi Efektif Jangkau Masyarakat Di Pedalaman Papua

198 Pemirsa

Bidikdata – Sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 20 April 2017 lalu, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 Tahun 2017 tentang Penyediaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) Bagi Masyarakat yang Belum Mendapatkan Akses Listrik telah mencapai hasil yang sangat menggembirakan.

Kepedulian Presiden Jokowi bagi masyarakat yang berada di kawasan perbatasan, daerah tertinggal, daerah terisolir dan pulau-pulau terluar ditunjukkan dengan mendorong terpenuhinya kebutuhan warga terhadap listrik.

LTSHE merupakan perangkat pencahayaan berupa lampu terintegrasi dengan baterai yang energinya bersumber dari pembangkit listrik tenaga surya fotovoltaik.

Prinsip kerja LTSHE adalah energi dari matahari ditangkap oleh panel surya, diubah menjadi energi listrik kemudian disimpan di dalam baterai.

LTSHE dapat beroperasi maksimum hingga 60 jam. LTSHE merupakan terobosan program untuk menerangi desa-desa yang masih gelap gulita, yang jumlahnya mencapai lebih dari 2.500 desa di seluruh Indonesia.

Khusus di Papua, Kabupaten Lanny Jaya mendapatkan 29.155 unit LTSHE yang tersebar di 21 Distrik, dengan jumlah terpasang sebanyak 20.851 tersebar di 15 Distrik, sedangkan di 6 distrik lainnya yaitu Distrik Balingga, baru terpasang sebagian, Distrik Ayumnati dan Distrik Melagi sedang dalam proses pemasangan, sementara Distrik Goa Balim, Distrik Guna dan Distrik Dimba masih belum terpasang, berjumlah 8.304 unit LTSHE.

Belum terpasangnya lampu LTSHE disebabkan Distrik tersebut merupakan wilayah “zona merah” sehingga cukup menyulitkan untuk dilaksanakan kegiatan pemasangan lampu di wilayah tersebut. Terkait hal itu, Dirjen EBTKE meminta kepada Pemda Lanny Jaya untuk melakukan pendekatan kepada warga masyarakat di wilayah tersebut agar lampu yang sekarang berada di Wamena dapat terpasang di semua Distrik Lanny Jaya. Penggunaan LTSHE ini bersifat sementara, sambil menunggu masuknya jaringan listrik yang permanen.

Dirjen EBTKE, Rida Mulyana mengungkapkan bahwa Kabupaten Lanny Jaya berpotensi untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), melihat potensi air yang sangat besar di wilayah ini. Dirjen meminta kepada Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom, untuk segera melakukan Studi Kelayakan atau FS (Feasibility Study) terhadap potensi air tersebut, untuk selanjutnya Pemda Lanny Jaya dapat mengusulkan kepada Menteri ESDM melalui Ditjen EBTKE untuk dibangun PLTA menggunakan APBN.

Berbagai kendala pembangunan energi listrik di Papua tersebut tentu sudah diperhitungkan oleh Presiden Jokowi.

“Memang, tidak mudah mengerjakan listrik di Papua. Medannya sangat berat sekali. Namun, seberat apapun medan harus bisa kita taklukan dan desa-desa harus terang benderang,” ujar Jokowi akhir Desember 2017 lalu.

Tekad dan kepedulian yang tinggi dari orang no satu di Indonesia ini tentu akan membuat semangat para pemangku kebijakan dan pembangunan energi di Indonesia selalu semangat untuk menerangi seluruh Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here