Protes Keras SBY Terhadap Prabowo Kaitkan Pilihan Politik Ani Yudhoyono

Protes Keras SBY Terhadap Prabowo Kaitkan Pilihan Politik Ani Yudhoyono
254 Pemirsa

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono tak bisa membendung perasaannya yang kecewa dengan pernyataan Capres nomor 02 Prabowo Subianto yang menyinggung pilihan politik almarhum istrinya Ani Yudhoyono dalam Pemilu Presiden di rumah duka di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Awalnya, Ketua Umum Partai Gerindra itu, datang melayat ke kediaman SBY pada Senin (3/6/2019), sekitar pukul 16.10 WIB dengan didampingi oleh Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Ia disambut SBY di halaman rumahnya.

Kemudian kedua mantan tentara itu terlihat saling memberi salam komando, bersalaman dan berpelukan.

Dalam pertemuan itu, SBY dan Prabowo menggelar pertemuan tertutup, yang juga dihadiri oleh Hatta Rajasa, Ahmad Muzani dan Hinca Pandjaitan.

Usai berdiskusi singkat selama ±30 menit, Prabowo menyampaikan keterangan pers-nya. Sementara SBY berdiri di belakang, seraya mendengarkan pernyataan Prabowo.

Dalam keterangan pers-nya, Prabowo menyampaikan pernyataan soal pilihan politik Ibu Ani di Pilpres 2014 dan 2019.

SBY pun merasa keberatan dengan pernyataan Prabowo itu.

Menurutnya, pernyataan seperti itu tak bagus disampaikan di tengah suasana duka yang mendalam seperti ini.

“Itu statement Pak Prabowo, itu politik, tentang Bu Ani, please tidak perlu disampaikan. Hari-hari ini penuh ujian bagi saya, Ibu Ani. Jangan dikaitkan dengan politik. Itu tidak tepat dan tidak elok,” kata SBY.

SBY terlihat gemetar tanda dirinya memang tidak menyukai apa yang disampaikan Prabowo.

“Saya mohon pengertian perasaan kami yang berduka, beliau tidak ingin dikaitkan dengan politik,” katanya SBY.

Sebelum kehadiran Prabowo di rumah duka, sudah dari mulai pemakaman hingga sesudahnya suasana tampak sangat sejuk. Dimana semua tokoh membangun rasa kebersamaan yang luar biasa, yakni dengan meninggalkan semua hiruk pikuk politik dan perbedaan.

Sangat disayangkan omongan Prabowo yang mempolitisir duka dengan mencari keuntungan pribadi dalam politiknya.

Terlepas dari pilihan politik apapun dan siapapun, tapi perilaku seperti itu sungguh jauh dari adab orang yang sedang berta’ziah.

Seharusnya PRabowo lebih mendoakan dan memberi motivasi kepada SBy dan keluarga agar tetap kuat menerima takdir Allah, bukan dengan berkata yang melukai hati orang yang tengah berduka.

Hal ini sama saja Prabowo telah membangkitkan emosi orang yang tengah berkabung dan bahkan tak memiliki rasa empati sedikit pun.
Justru sebenarnya Prabowo gagal untuk memahami perasaan sedih masyarakat. Prabowo juga telah kehilangan nalurinya dengan mempolitisir takziah untuk kepentingan politiknya dan membuat geram keluarga yang berduka.

Sikap Prabowo sudah jauh menyimpang dari etika dan budaya bangsa Indonesia yang sangat menjunjung tinggi budaya tenggang rasa.

Dimanakah nurani dan empati mu Prabowo?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here