Rekatnya Prabowo dengan Terduga Kelompok Radikal

0
53
Rekatnya Prabowo dengan Terduga Kelompok Radikal

Kedekatan Prabowo Subianto dengan kelompok radikal di Indonesia bukan isapan jempol. Salah satu faktanya, Prabowo menggunakan mobil Toyota Alphard milik seseorang yang pernah mengaku sebagai Presiden ISIS Regional Indonesia dan sempat membiayai pengiriman milisi ke Suriah. Kedekatan Prabowo dengan kelompok seperti ini sangat berbahaya dan mempertaruhkan keutuhan bangsa hanya demi mengejar jabatan.

Hal itu terungkap ketika Prabowo Subianto mengunjungi Cianjur, Jawa Barat, Selasa 12 Maret 2019. Turun dari helikopter Bell 430 yang membawanya dari Hambalang, Bogor, dari Lapang Prawatasari, Joglo, Cianjur, dia melanjutkan ke lokasi pertemuan di Gedung Assakinah, Jalan KH Abdullah Bin Nuh,
Ternyata, mobil mewah berpelat nomor B 264 RIS tersebut milik warga Kabupaten Cianjur bernama Chep Hernawan. “Ya, saya kebagian menyediakan kendaraan yang membawa Pak Prabowo dari (pendaratan) helikopter menuju (Gedung) Assakinah untuk berpidato politik,” kata pengusaha yang dikenal dengan nama Chep Dapet ini di Cianjur, Selasa 12 Maret 2019.

Chep mengaku mendukung perjuangan yang dilakukan Prabowo demi merebut posisi presiden. Salah satu bentuk dukungan yang dilakukannya meminjamkan mobil untuk digunakan Prabowo.

“Saya sebagai Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (Garis) Cianjur mendukung setiap langkah Pak Prabowo demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur,” kata Chep.

Chep juga mendukung silaturahmi yang dilakukan Prabowo kepada warga Cianjur. Kedatangan Prabowo, kata dia, disambut antusias para pendukungnya. Dia meyakini Prabowo mendapat dukungan karena presiden saat ini (Jokowi) banyak gagal dalam merealisasikan janji-janjinya.

“Salah satunya masalah lapangan kerja. Banyak lulusan S1 dan S2, termasuk di Cianjur, yang menganggur. Lapangan pekerjaan habis oleh tenaga kerja asing dan aseng,” tegas Chep.

Chep Hernawan alias Chep Dapet, selama ini dikenal sebagai pengusaha sekaligus Ketua Umum Ormas Garis Cianjur. Ayahnya, Ahmad Syafe’i alias Haji Dapet dikenal sebagai raja rongsokan dengan aset paling besar di Cianjur.

Gerakan-gerakan Chep dikenal cukup kontroversial, di antaranya pernah menawarkan tanah 1 hektare di Desa Kademangan Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur untuk lokasi pemakaman terpidana mati kasus Bom Bali. Dalam wawancara dengan Tempo pada Maret 2015, dia juga mengaku Presiden ISIS Regional Indonesia dan sempat membiayai pengiriman milisi ke Suriah. Namun, ia telah menghentikan kegiatannya dengan ISIS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here