Retorika Pancasila Ala Rocky Gerung yang Hiperbola, Dia Pun Tak Paham

Retorika Pancasila Ala Rocky Gerung yang Hiperbola, Dia Pun Tak Paham
Retorika Pancasila Ala Rocky Gerung yang Hiperbola, Dia Pun Tak Paham
66 Pemirsa

Pernyataan-pernyataan Rocky Gerung selama ini hanya membuat gaduh yang justru menampilkan kedunguannya.

Sayang sekali dengan kepintarannya ia malah menjelaskan bahwa dirinya tak lebih dari badut yang mencari panggung.

Hanya Rocky Gerung saja yang paham bahasa yang ia lontarkan, sementara masyarakat ataupun penonton cuma bisa dibuat mikir dan melongo apa maksud ucapannya itu.

Buktinya saja ketika pada sebuah acara ILC Selasa (3/12/2019) malam, ia berlagak paling mengerti Pancasila kemudian menghina Presiden Joko Widodo yang disebutnya tak paham Pancasila, namun hanya menghapal lima sila dasar negara tersebut.

Ini aneh sekali, dimana Presiden Jokowi dengan semangat yang terus membumikan Pancasila dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat dibilangnya tak ngerti Pancasila. Sementara Rocky hanya bisa beretorika dengan kedunguannya, mana bisa menandingi semangat Pancasila Jokowi.

Pernyatan Rocky Gerung adalah contoh perbuatan yang menghina dan memfitnah pemimpin, bukan mengkritik.

Justru dengan pernyataannya itu, yang tidak Pancasilais adalah Rocky Gerung karena selalu membuat kegaduhan melalui pernyataannya, menampilkan kedunguan dan cuma bisa mengolok-olok Pemerintah tanpa melakukan apapun untuk negara.

Menurut, Staf Khusus Presiden Dini Shanti Purwono mengatakan tak ada gunanya menanggapi pernyataan Rocky Gerung.

Dini menyatakan masyarakat sendiri yang nantinya akan menilai pernyataan Rocky tersebut.

“Mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang betul-betul nasionalis dan berbuat untuk negeri ini, mana yang hanya cari panggung dan hanya memikirkan dirinya atau kelompoknya sendiri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (4/12).

Menurutnya masing-masing punya pendapat.

Sementara, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mengatakan Rocky melontarkan pernyataan hiperbola dengan menyebut Jokowi tak paham Pancasila.

Benny menilai Rocky sedang beretorika untuk menarik perhatian dan mendapatkan panggung.

“Rocky Gerung itu selalu dalam teori-teori komunikasi, selalu mengatakan hiperbola. Membesarkan sesuatu yang sebenarnya dia tidak paham juga,” kata Benny saat dikonfirmasi, Rabu (4/12).

“Jadi dia hanya membuat dengan retorika-retorika. Hanya untuk supaya menarik perhatian, mendapat panggung, tapi tidak ada substansi apa yang dikatakan,” ujarnya.

Sedangkan, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Junimart Girsang mengancam bakal melaporkan peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) tersebut.

Namun, Junimart belum menyatakan kapan akan melaporkan Rocky. Ia  mengaku masih berkoordinasi dengan jajaran DPP PDIP untuk melakukan pelaporan tersebut.

“Ini masih koordinasi komunikasi dengan DPP PDIP,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here