RI-Swiss Perkuat Kerjasama Ekonomi

75 Pemirsa

bidikdata.com – Menteri Ekonomi Pendidikan dan Riset Swiss, Johann Schneider Ammann melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo untuk memperkuat perdagangan bilateral dan kerja sama ekonomi dengan Indonesia.

Kunjungan Scheneider ke Jakarta melanjutkan perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement antara Indonesia dan European Free Trade Association (EFTA), serta untuk bekerja sama dalam mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia.

Swiss mendukung 40 proyek di Indonesia dalam rangka membantu menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan akses terhadap jasa keuangan, memperkuat perdagangan, dan mendukung pembangunan infrastruktur.

Pemerintah Swiss berkomitmen untuk melanjutkan dan terus memperbaiki dukungan teknis yang tengah berjalan di Indonesia untuk periode 2017 hingga 2020.

“Swiss mencanangkan tambahan hibah sebesar USD75 juta guna mendukung prioritas strategis pembangunan ekonomi Indonesia,” katanya di Jakarta.

Strategi kerja sama Swiss-Indonesia di bidang pembangunan ekonomi merupakan komitmen pemerintah Swiss mendukung perbaikan pelayanan publik dan pengembangan sektor Swasta.

Pemerintah melalui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional akan fokus pada pengembangan pendidikan vokasi industri, khususnya pariwisata dan manufaktur.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan sekiranya para ahli Swiss menularkan pengalamannya di Indonesia.

Bambang berharap kerja sama ini berlangsung dalam mengatasi tantangan utama di Indonesia, seperti menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pemerataan ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan, memperbaiki akses terhadap jasa keuangan, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan daya saing sektor swasta.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mendorong kerja sama bisnis antara industri perhiasan dalam negeri dengan perusahaan jam tangan asal Swiss.

Perwakilan asosiasi industri jam Swiss mengatakan sedang butuh banyak batu mulia, emas, dan perak berkualitas.

Oleh karena itu, Airlangga menyampaikan, pihaknya akan segera memfasilitasi penguatan kerja sama ekonomi dua belah pihak ini karena akan berdampak positif bagi pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri. Pasalnya, industri perhiasan didominasi oleh sektor IKM yang tersebar di berbagai sentra perajin di Indonesia.

“Tentunya kami sangat menyambut baik ada peluang kemitraan bilateral ini yang akan membawa keuntungan bagi dua negara,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here