Ribut Soal Utang Negara, Indonesia Malah Mendapat Pujian Dari Bank Dunia

0
1069
Infografis Produksi Utang Negara Indonesia menurut masa pemerintahan masing-masing Presiden Indonesia

Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong menegaskan bahwa utang negara Indonesia termasuk yang terkecil di dunia. Utang Indonesia kata Thomas hanya 30% dari PDB, sementara bila dibandingkan dengan negara Jepang sudah mencapai 220%.

“Sehingga lucu dan sedikit konyol kalau kita dikritik soal utang. Padahal pertumbuhan ekonomi Indonesia baru saja mendapat pujian dari Bank Dunia,” kata Thomas di Jakarta, Jumat (28/7/2017).

Sekedar informasi, era kepemimpinan Joko widodo, akumulasi utang Indonesia per Juni 2017 mencapai Rp3.706,52 triliun. Utang tersebut terdiri dari Rp2.979,50 triliun (80,4%) berbentuk Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp727,02 triliun (19,6%) berbentuk pinjaman. Akumulasi utang yang 3706 Triliun inilah yang dipermasalahkan pihak-pihak yang tentu tidak menghendaki penggunaan APBN sebesar-besar untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, khususnya pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia.

Berdasarkan sejarah utang negara Indonesia yang pernah terekam, Presiden Sukarno pada masa pemerintahannya berutang 31,7 Triliun, kemudian pada masa pemerintah Suharto 855,6 Triliun, Habibie 117,3 Triliun, Gus Dur 51,8 Triliun

Total Utang Negara Yang Dibuat Masing-masing Presiden Republik Indonesia Semasa Pemerintahannya
Sukarno Suharto Habibie Gus Dur Megawati SBY Jokowi
31,74 Triliun 855,6 Triliun 117,3 Triliun 51,8 Triliun 151,8 Triliun 2911,8 Triliun 144,9 Triliun

 

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa kebutuhan pemerintah untuk investasi dalam pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia tidak bisa menunggu. Indonesia perlu untuk mengejar ketertinggalan, serta melindungi dampak pelemahan ekonomi supaya tidak berdampak langsung ke masyarakat.

“Banyak sekali pengeluaran pemerintah yang memang dibutuhkan dan harus dikeluarkan sekarang dan tidak bisa menunggu. Bahwa pemerintah perlu menjaga belanja supaya efisien itu benar. Seluruh anggaran pemerintah dipakai untuk mengejar ketertinggalan. Fiskal kita digunakan untuk mengkompensasi pelemahan ekonomi sehingga tidak langsung merembes ke masyarakat,” kata dia.

Menurutnya timbulnya utang negara tidak lepas dari kondisi kebutuhan belanja negara yang lebih besar dari penerimaan. “Utang ini bukan masalah suka atau tidak suka. Tapi ini pilihan. Sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjalankan anggaran,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here