Rizieq yang Ingin di Arab kenapa FPI Tuding Pemerintah Melakukan Politik Buang Badan

Rizieq yang Ingin di Arab kenapa FPI Tuding Pemerintah Melakukan Politik Buang Badan
Rizieq yang Ingin di Arab kenapa FPI Tuding Pemerintah Melakukan Politik Buang Badan
33 Pemirsa

Sejak awal habib Rizieq Shihab telah memutuskan meninggalkan Tanah Air untuk berhijrah ke Arab Saudi. Sejak saat itulah kesan bahwa benar tuduhan terhadap Pemerintah telah mengkriminalisasi ulama semakin santer.

Upaya menyudutkan pemerintah dengan berbagai tuduhan kerap dilontarkan. Bahkan tak tanggung-tanggung gerombolan Front Pembela Islam (FPI) terus memprovokasi umat untuk menentang pemerintah.

Rizieq pun sudah berada di tanah Suci Mekkah sudah lebih dari dua tahun pasca ia ditetapkan sebagai tersangka dalam sejumlah kasus diantaranya chat mesum dengan teman wanitanya Firza Husein.

Waktu terus bergulir Rizieq pun hingga kini tak kunjung pulang, bola pun semakin liar ditendangkan ke arah lawan yang berseberangan dengan pemikiran kelompoknya.

Para pengikutnya yang rindu Rizieq pulang seolah tak didengarkan malahan pentolan FPI itu menuding pemerintah telah melakukan pencekalan dengan memerintahkan Arab Saudi. Terbaru Rizieq menunjukkan surat yang diklaimnya sebagai bukti bahwa benar ia dicekal dan tak bisa kembali ke Indonesia.

Meski hal itu telah dibantah oleh pihak Dubes RI yang ada disana. Bahkan Rizieq juga di tantang oleh Meko Polhukam Mahfud MD untuk mengirimkan kopian surat tersebut agar dapat di cek kebenarannya.

Namun lagi-lagi FPI dan seterunya yang kini tengah menggelar kangen-kangenan di Reuni Akbar 212 kembali memojokkan dan menuduh bahwa pemerintah telah menghalangi kepulangan Rizieq Shihab.

Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengatakan Imam Besar FPI Rizieq Shihab ingin kembali ke Indonesia untuk menghadiri Reuni Mujahid 212. Hingga kemarin, pihaknya masih mengupayakan kepulangan Rizieq.

Munarman menyatakan keinginan Rizieq untuk pulang ke Indonesia merupakan hak konstitusional yang seharusnya tak boleh dirampas sebagai warga negara Indonesia.

Menurutnya jawaban dari persoalan Rizieq ada pada pemerintah Indonesia.

“Badan otoritas Kerajaan Saudi Arabia sudah berupaya mempertahankan apa yang diinginkan sesungguhnya oleh pihak rezim penguasa Indonesia terhadap sosok IB-HRS. Namun rezim penguasa Indonesia berupaya melakukan politik buang badan dan lepas tanggung jawab terhadap IB-HRS,” kata Munarman dalam keterangan pers, Minggu (1/12).

Tidak jelas apa yang dimaksud Munarman dengan menuding pemerintah melakukan politik buang badan. Karena hal itu tidak mungkin dilakukan pemerintah terhadap warga negaranya.

Jika HRS mau pulang, silahkan pulang karena tidak ada yang melarang. Penjelasan Pemerintah sudah sangat rinci bahwa tidak ada yang menghalangi HRS pulang ke Indonesia.

Menko Polhukam Mahfud MD sebelumnya telah beberapa kali menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sama sekali tak menghalang-halangi Rizieq pulang ke Indonesia. Mahfud pun telah mengkroscek ke sejumlah lembaga termasuk kepolisian dan menyimpulkan tidak ada pihak yang meminta Saudi mencekal Rizieq pulang ke Indonesia.

Oleh karena itu, FPI, PA 212 dan para pendukung HRS jangan mendramatisir seolah-olah Pemerintah takut dengan kehadiran HRS.

HRS bukan sesuatu hal penting untuk ditakuti negara dan masih banyak yang lebih penting untuk diselesaikan Pemerintah.

Bukankah selama ini, HRS dan para gerombolannya tidak mengakui dan menghargai Presiden Jokowi sebagai pemimpin Indonesia, akan tetapi ketika mengalami masalah, barulah mereka memaksa, menyudutkan dan menyalahkan Pemerintah dengan seenaknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here