Rocky Gerung Sebut Kitab Suci Fiksi Mengingkari Sila Pertama Pancasila

287 Pemirsa

Bidikdata – Tiba-tiba nama Rocky Gerung begitu tenar seantero negeri ini, bukan karena seorang pejabat yang punya kuasa, jabatan dan kekayaan, namun karena menyebut “Kitab suci itu fiksi”. Pernyataan tersebut tentu sangat bertentangan dengan Pancasila dimana Indonesia adalah negara yang beragama dan sila pertama Pancasila dituliskan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Penyebutan Kita Suci itu fiksi pada saat Rocky Gerung menyampaikan pendapatnya di acara ILC selasa 10 April lalu, tentu telah menyinggung seluruh umat beragama di Indonesia yang tentunya memiliki kitab suci yang menjadi panduan dan pedoman hidup masing-masing agama.

Awalnya, Rocky mengatakan, “Waktu kita sebut fiksi, di kepala kita itu adalah fiktif. Fiction itu kata benda, yaitu literatur, selalu ada pengertian literatur dalam kata fiksi. Tapi karena dia diucapkan dalam forum politik, maka fiksi dianggap buruk.”

“Fiksi itu sangat bagus. Dia adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi, itu fungsi dari fiksi…. Jadi kalau Anda bilang itu fiksi lalu kata itu jadi pejoratif, itu artinya kita ingin anak-anak kita tidak lagi membaca fiksi. Karena dua bulan ini kata fiksi itu jadi kata yang buruk. Kitab suci itu fiksi atau bukan?” kata Rocky lagi sambil mengambil jeda, yang diikuti oleh tawa tertahan dan cemas dari penonton di sekitarnya.

“Siapa yang berani jawab?,” dia bertanya lagi, diikuti tawa penonton.

Rocky Gerung kemudian menjawab sendiri, “Kalau saya pakai definisi ‘fiksi itu mengaktifkan imajinasi’, kitab suci itu adalah fiksi, karena belum selesai, belum tiba. Babad Tanah Jawi itu fiksi. Jadi ada fungsi dari fiksi untuk mengaktifkan imajinasi, menuntun kita untuk berpikir lebih imajinatif, sekarang kata itu dibunuh oleh politisi.”

Dan seperti menegaskan ucapannya semalam keesokan harinya gerung kembali mencuitkan sesuatu yang aneh bahwa tuhan menciptakan fiksi, supaya manusia berimajinasi, seperti cuitannya sebagai berikut :

Setelah heboh Gerung pun mulai mencoba membolak balik kata dan mencoba membuat orang lain berpikir bahwa fiksi dan fiktif itu beda.

Padahal menurut sependek pengetahuan kita, fiksi merupakan hasil dari fiktif. Pengertian fiksi mengacu kepada cerita karangan atau imajinasi manusia. Sedangkan kitab suci adalah tuntunan hidup kita yang di jadikan pedoman atau petunjuk hidup.

Rukun Iman (kepercayaan) umat Islam pun dalam mewajibkan umatnya untuk percaya kepada kitab-kitabnya, yang tidak hanya Al-Quran namun seluruh kita yang pernah diturunkan kepada nabi sebelum Muhammad SAW.

Kewajiban umat Muslim untuk beriman kepada Allah Dan Rasul Nya serta kitab-kitab yang telah Allah SWT turunkan wajib diterangkan dalam Quran surat An Nisa ayat 136.

Sehingga menyebut kitab suci adalah sesuatu yang fiksi tentu logikanya menafikan dan menganggap pencipta kitab-kitab tersebut adalah fiksi juga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here