Satu Anggota TNI Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Sinak Papua

Satu Anggota TNI Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Sinak Papua, Senin (12/2/2018)
93 Pemirsa

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) kembali melakukan serangan terhadap aparat keamanan. Akibatnya seorang anggota TNI dari Kodim Puncak Jaya Pos Sinak Kabupaten Puncak tewas ditembak KKSB Senin (12/2/2018) pagi sekitar pukul 10.00 WIT.

Pratu SN tewas ditembak oleh KKsB di sekitar Pasar Sinak, Kabupaten Puncak, Papua.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kol Inf Muh Aidi mengatakan Pratu SN tertembak saat bersama rekan-rekannya ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Jadi ada 4 orang anggota logistik satuan pengamanan Pos Sinak Puncak Jaya bermaksud belanja kebutuhan Anggota di Pos ke Pasar Sinak. Namun di tengah-tengah keramaian pasar tiba-tiba 5 orang anggota KKSB diduga dari kelompok pimpinan Tenius bersenjata golok dan pistol menyerang anggota TNI yang sedang belanja di pasar itu,” ungkap Kapendam melalui keterangan tertulisnya, Senin (12/2).

Muh Aidi membeberkan, Pratu SN meninggal dunia akibat terpisahkan dirinya dengan rekan yang lain saat di pasar tersebut.

“Nahas bagi Pratu SN yang saat itu sedang terpisah dari kelompoknya mendapat serangan secara mendadak ditembak di bagian telinga kiri serta senjata jenis pistol dirampas KKSB,” katanya.

Setelah berhasil membunuh anggota TNI, lanjut Kapendam, kelompok tersebut melarikan diri ke arah Kamoung Akenggeng Distrik Sinak.

Mendengar suara tembakan anggota Pos dipimpin oleh Lettu Inf Iqbal datang memberi bantuan dan pengejaran. “Pengejaran dilakukan, namun mendapatkan tembakan balasan dari KKSB sehingga terjadi kontak tembak,” ujarnya.

Kapendam mengatakan kelompok ini berhasi meloloskan diri dengan berpencar masuk di dalam hutan.

Rencananya jenazah Pratu SN yang saat ini masih berada di Sinak, akan diterbangkan ke jakarta melalui Timika.

Peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius aparat keamanan yang bertugas di wilayah rawan konflik. Keberadaan kelompok bersenjata ini telah cukup meresahkan dan mengancam pertahanan dan keamanan bangsa. Sehingga perlu mendapatkan tindakan tegas. Diimbau agar pihak aparat keamanan meningkatkan pengamanan diri dan kewaspadaan terhadap serangan kelompok opisisi agar tidak timbul korban jiwa dalam penugasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here