Sertifikat Tanah Satu-Satunya Hak Atas Tanah Yang Diakui Undang-Undang

0
715
Bagikan Sertifikat Tanah, Jokowi jangan Digunakan Beli Motor atau Mobil

Banyaknya sengketa tanah yang terjadi di Indonesia dan rumitnya pembebasan lahan untuk pembangunan akibat tumpang tindihnya kepemilikan atas satu bidang tanah menjadi perhatian pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kegiatan pemberian sertifikat langsung dari presiden adalah salah satu bentuk perhatian itu sendiri.

Program pemberian sertifikat tersebut memberi kepastian hukum hak atas tanah dan legalisasi aset kepada masyarakat. Juga merupakan bukti nyata perhatian Presiden Jokowi terhadap beberapa masyarakat yang belum memahami pentingnya sertifikat tanah sebagai alas hak kepemilikan yang sah atas tanah dan untuk menciptakan kepastian hukum atas kepemilikan tanah.

Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 satu-satu bukti kepemilikan hak atas tanah hanya dapat dibuktikan dengan sertifikat. Sertifikat itu menjadi bukti tertulis yang mendapatkan pengakuan hukum.

Kurangnya pengertian masyarakat atas bukti hukum kepemilikan atas tanahnya tersebut menciptakan masalah tersendiri berupa sengketa kepemilikan.

“Setiap saya ke desa, daerah, kabupaten, atau provinsi di seluruh Indonesia, urusan ribuan sengketa tanah sampai ke saya karena masyarakat tidak pegang sertifikat,” ujar Presiden Jokowi dalam acara penyerahan sertifikat di lapangan olahraga Kerkoff, Kabupaten Garut, Selasa, 17 Oktober 2017.

Pada kesempatan tersebut presiden kembali membagikan sebanyak 5.500 sertifikat tanah telah diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Sekarang kalau sudah pegang, ada yang mengaku-ngaku, bisa tunjukkan buktinya. Ada bukti hak hukum atas tanah yang namanya sertifikat. Aman kalau pegang ini. Kita harapkan ke depan sudah tidak ada sengketa tanah di seluruh Tanah Air,” tegas Presiden.

Presiden mengatakan pihaknya masih mempunyai banyak pekerjaan rumah terkait program sertifikasi tersebut. Tak kurang dari 5 juta sertifikat sudah harus diterbitkan tahun 2017 ini. Jumlah ini akan meningkat di tahun-tahun berikutnya untuk melayani secara keseluruhan bidang lahan yang masih belum didaftarkan.

“Saya sudah ancam kepada Pak Menteri (agraria), awas kalau tidak selesai! Sertifikat mengurusnya harus cepat, langsung berikan kepada pemilik lahan dan tanah,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Tentang penggunaan sertifikat tanah yang sudah diterbitkan tersebut, Presiden Jokowi seolah tak lelah mengingatkan agar masyarakat berpikir matang sebelum mengagunkan sertifikat miliknya guna modal untuk berusaha.

“Bisa mencicil tidak tiap bulan? Kalau tidak jangan sekali-kali ambil yang namanya pinjaman. Sertifikat ini harus dipakai untuk menjadikan kita semua sejahtera. Kalau dipakai untuk tambahan modal kerja, pakai semuanya. Jangan dibelikan mobil!” Pungkas Presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here