Setelah 30 Tahun Satgas Pamtas Temukan 5 Patokan Perbatasan Di Papua

281 Pemirsa

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia dan Papua Nugini (PNG) berhasil menemukan lima patok saat menjalankan tugas pengamanan perbatasan antar dua negara itu.

Satgas pengaman yang ditugaskan sejak 29 Juni tahun 2016 lalu, telah menemukan lima patok dari 15 patok yang ada diperbatasan. Lima patok tersebut sudah tiga puluh tahun terakhir tidak ditemukan karena tertimbun, dan juga medan yang sulit serta tidak adanya referensi data.

“Dari 15 patok, Satgas Pamtas menemukan lima patok yang hilang sudah 30 tahun lalu,” kata Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Agus Surya Bakti di sela upacara penerimaan Satgas Pamtas Darat RI-PNG Yonif Raider 700/WYC di dermaga Lantamal VI, Makassar, Sabtu (27/5/17).

Selain itu, pasukan yang terus bergerak menyisir wilayah perbatasan telah menemukan kampung baru bernama kampung Digi. Dimana kampung tersebut tidak terdeteksi oleh peta.

Pasukan satgas juga menemukan 30 pucuk senjata standar milik musuh dan ladang ganja cukup besar di tiga titik di wilayah Papua.

Seperti diketahui, Pasukan Satgas WYC sebanyak 780 personil tersebut, memiliki tugas utama sebagai pasukan tempur, namun tugas pokoknya adalah pengamanan perbatasan Indonesia – Papua Nugini.

Demi menjaga Kedaulatan Negara Republik Indonesia, para prajurit Yonif 700/WYC tak mengenal lelah untuk berbuat yang terbaik.

Demi NKRI mereka pun hanya bermodalkan peralatan seadanya, yakni kaki, mengingat medannya cukup sulit. Namun, hal itu dapat ditaklukkan hingga akhirnya sang prajurit gagah berani itu menemukan lima patok sehingga dapat menjadi referensi perbatasan antarnegara itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here