Sikap Kekanak-kanakan Amien Rais Saat Berorasi di Aksi 299

0
330

Bidik Data – Hadir pada Aksi 299, tokoh politik Amien Rais begitu semangat dengan memberikan orasi dihadapan sejumlah peserta aksi di depan Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (29/9/17).

Dalam orasinya, Amien mengkritik pemerintah yang menurutnya memberikan kesempatan bagi Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk bangkit lagi. Semangat Amien yang begitu menggebu-gebu malah menunjukkan sikap arogansinya yang justru terlihat kosong dalam pengetahuan.

Pria kelahiran, Solo, 26 April 1944 ini mengatakan pemerintahan Presiden Jokowi-JK memberi angin pada kebangkitan PKI.

Bicara soal PKI, pemerintah sudah jelas tidak akan memberikan tempat kepada PKI, dan Presiden Jokowi dengan tegas mengatakan jika PKI nongol “gebuk” saja.

Jokowi memastikan pemerintah akan bertindak tegas terhadap organisasi mana pun yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Presiden tidak akan pandang bulu, baik terhadap kelompok kanan maupun kelompok kiri.

Karena itu pemerintah menerbitkan Perppu no 2 tahun 2017 untuk mempertegas kepada keberadaan kelompok-kelompok atau ormas yang berseberangan dan anti-Pancasila termasuk PKI.

Tak hanya itu, dalam orasinya juga, Mantan Ketua MPR RI ini menyebut pemerintah telah mendeskriditkan umat Islam dan mengkriminalisasi ulama.

Mungkin yang di maksud Amien dengan mengkriminalisasi ulama dalam kerangka berpikirnya adalah Rizieq Shihab yang kini telah menjadi tersangka dalam kasus pornografi, atau siapa yang dia maksud?

Di usia nya yang senja seharusnya Amien lebih banyak beribadah dan memberikan contoh baik kepada masyarakat bukan sebaliknya. Mungkin bapak yang satu ini sudah lelah hingga ucapannya semakin ngelantur.

Amien seolah tak ingin berhenti terus menebar kebenciannya terhadap pemerintah, dengan menuding apapun sesuai isu yang tengah ramai dan memanfaatkan moment itu dengan bergabung ditiap aksi angka-angka. Dan beruntungnya, ia pun mendapat ruang atau bahkan angin segar di atas mobil komando bersama para pengunjuk rasa.

Sikap Amien yang mengatakan Presiden Jokowi, “Anda ‘Lurah Indonesia’ berbuat baiklah kepada rakyatnya” justru tidak menunjukkan sikap kenegarawan seorang politikus kakap seperti dirinya. Dan ada upaya untuk mengadu doma masyarakat dengan pemerintah.

Seperti diketahui, pernyataan Amien Rais yang menyebut Presiden sekelas Lurah bukan kali pertama. Pada Juli 2017 lalu ia juga mengatakan hal sama. Pernyataan kekanak-kanakan Amien Rais ini sangat tidak pantas diucapkan karena menurunkan wibawa Kepala Negara di depan rakyat Indonesia.

Entah sadar atau memang ia tak lagi bisa membedakan mana Lurah mana Presiden. Sebab seorang Lurah yang ia sebut sekarang ini telah banyak melakukan hal besar dalam pembangunan di wilayah terpencil untuk mensejahterakan rakyat. Entah esok fitnah apalagi yang akan ia tuangkan dalam gelas kecil diatas mobil komando.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here