Spektakuler Hanya Setahun 473,9 Km Jalan Tol Berhasil Dibangun Dan Dioperasikan Pemerintah

Spektakuler Hanya Setahun 473,9 Km Jalan Tol Berhasil Dibangun Dan Dioperasikan Pemerintah
Spektakuler Hanya Setahun 473,9 Km Jalan Tol Berhasil Dibangun Dan Dioperasikan Pemerintah
90 Pemirsa

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan akan mengoperasikan 13 ruas jalan tol baru pada periode Oktober-Desember 2018.

Tol baru ini akan menambah panjang ruas jalan tol yang telah beroperasi pada Januari-September 2018 sepanjang 136,1 kilometer (km) tersebut.

Kementerian PUPR menyebut 13 ruas jalan tol baru yang akan dioperasikan memiliki panjang total 473,9 km.

Adapun, dalam tiga tahun terakhir, periode 2015-2017, ruas tol baru di Indonesia bertambah sepanjang 332 km. Sehingga total selama 4 tahun seluruh ruas jalan pada pemerintahan Jokowi akan dioperasikan total 805.9 Km

“Melalui skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha), pemerintah bertujuan mengatasi ketimpangan pendanaan infrastruktur, terutama jalan tol, demi ketepatan waktu penyelesaiannya.

Sehingga, dapat memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, melalui keterangan resmi, Minggu (14/10)

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Oktober 2018 ini direncanakan empat ruas tol baru sepanjang 42,7 km, yakni Tol Pejagan-Pemalang seksi 3 dan 4 (37,3 km), Tol Pemalang-Batang segmen Sewaka-Simpang Susun Pemalang 5,4 km, Tol Solo-Ngawi segmen SS Sragen-Ngawi (50,9 km), dan Tol Ciawi-Sukabumi seksi 1 Ciawi-Cigombong (15,4 km).

Kemudian, pada November 2018 ditargetkan dua ruas tol baru siap untuk dioperasikan, yaitu Tol Pemalang-Batang seksi 1 dan 2 (SS Pemalang-Batang) sepanjang 33,8 km dan ruas Tol Semarang-Solo seksi 4 dan 5 Salatiga-Kartasura sepanjang 32,5 km.

Lalu, jelang pengujung tahun, sebanyak 7 ruas tol sepanjang 292,8 km disebut siap beroperasi. Antara lain, Tol Batang-Semarang seksi 1-5 (75 km), Tol Ngawi-Kertosono segmen Wilangan-Kertosono yang dibiayai APBN (39,1 km), Tol Kertosono-Mojokerto seksi 4 (0,9 km).

Relokasi Tol Porong-Gempol (Porong-Kejapanan) sepanjang 6,3 km, Tol Gempol-Pasuruan seksi 3 Pasuruan-Grati 12,2 km, Tol Pasuruan-Probolinggo seksi 1-3 Grati-Probolinggo Timur 32,4 km, dan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar paket 1-4 sepanjang 126,9 km.

Perkembangan Tol Jakarta-Cikampek Melayang

Sementara itu, progres pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek 2 Elevated (Japek 2) saat ini mencapai 49,4 persen. Proyek ini dimaksudkan untuk mengurai kemacetan di ruas tol tersebut. Ruas tol sepanjang 38 mm mulai dari SS Cikunir hingga Karawang tersebut ditargetkan selesai pada akhir Maret 2019 mendatang.

Menurut Basuki, Japek 2 akan memisahkan pengguna tol jarak jauh dengan pengguna jarak dekat. Pengendara yang menempuh jarak jauh bisa menggunakan Japek 2 dan turun di ujung jalan tol layang, sehingga akan mengurai kepadatan dan memangkas waktu tempuh, baik kendaraan yang menuju kawasan industri di Karawang atau Cibitung maupun yang menuju Cikampek-Semarang dan Padalarang-Bandung.

“Pembangunan ruas tol ini merupakan bagian dari tol Trans Jawa yang sudah akan tersambung pada akhir 2018. Keberadaan tol ini akan memperlancar pergerakan orang dan barang, serta memangkas biaya logistik maupun delivery time, sehingga bisa lebih efisien” jelasnya.

Jalan tol ini merupakan prakarsa badan usaha (unsolicited project) dengan hak pengusahaan dipegang PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek dengan biaya konstruksi Rp 13,53 triliun. Biaya konstruksi tol layang tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan konstruksi tol biasa (at-grade).

“Saya minta para konsultan dan kontraktor pelaksana agar mematuhi SOP keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta disiplin waktu pelaksanaan. Jangan kendor dan jangan menyepelekan hal-hal yang yang menimbulkan risiko kecelakaan sehingga bisa mencapai zero accident,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here